TABLOIDBINTANG.COM - Fenomena Marapthon yang digelar kreator konten Reza Arap bersama AAA Clan menjadi sorotan publik setelah berhasil mengundang antusiasme tinggi dari pengguna berbagai platform digital. Siaran langsung berdurasi panjang tersebut dinilai tidak sekadar menawarkan hiburan, tetapi juga memperlihatkan perubahan cara masyarakat berinteraksi dengan media.
Pengamat Komunikasi Digital Laju Institute, Mandra Pradipta atau Dipta, menilai tren tersebut menunjukkan bahwa audiens kini tidak lagi hanya mencari tontonan, melainkan pengalaman yang memungkinkan mereka terlibat secara langsung.
"Fenomena Marapthon menunjukkan bahwa masyarakat digital tidak lagi sekadar menjadi penonton. Mereka ingin menjadi bagian dari sebuah pengalaman yang berlangsung secara langsung, berinteraksi dengan sesama audiens, dan ikut terlibat dalam percakapan yang terjadi secara real time," kata Dipta, Selasa (9/6).
Menurutnya, perkembangan platform digital telah mengubah pola komunikasi yang sebelumnya berjalan satu arah. Saat ini, keberhasilan sebuah konten tidak hanya ditentukan oleh kualitas produksi atau popularitas figur yang tampil, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan interaksi dengan audiens.
"Di era digital, perhatian publik lahir dari interaksi. Ketika audiens merasa dilibatkan, mereka tidak hanya mengingat kontennya, tetapi juga mengingat pengalaman yang mereka rasakan selama menjadi bagian dari percakapan tersebut," ujarnya.
Dipta menambahkan, keterlibatan audiens kini menjadi ukuran penting dalam menilai kesuksesan sebuah konten digital. Ia menyebut masyarakat semakin menyukai komunikasi yang partisipatif, di mana mereka dapat berinteraksi dan membangun pengalaman bersama komunitas yang memiliki minat serupa.
"Kita sedang menyaksikan perubahan besar dalam budaya media. Nilai utama sebuah konten tidak lagi hanya terletak pada apa yang ditampilkan, tetapi pada seberapa jauh konten tersebut mampu menciptakan keterlibatan yang berkelanjutan di antara audiensnya," jelasnya.
Ia menilai fenomena Marapthon menjadi pelajaran bagi kreator konten, media, hingga lembaga publik untuk membangun komunikasi yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat digital.
"Fenomena ini menunjukkan bahwa teknologi pada akhirnya bukan hanya soal platform atau algoritma. Yang paling dicari masyarakat tetaplah pengalaman manusiawi, yaitu kebutuhan untuk terhubung, berpartisipasi, dan merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri," pungkasnya.




