PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan membagikan dividen tunai Rp 1,05 triliun atau Rp 47 per saham. Jumlah itu mencakup sekitar 74% dari laba bersih emiten anggota Grup Saratoga itu pada Tahun Buku 2025.
Keputusan itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) TBIG di hotel The Westin, Jakarta, Selasa (9/6). Manajemen menyatakan, dividen itu bakal didistribusikan pada 9 Juli 2026 kepada seluruh pemegang saham yang tercatat di daftar pemegang saham (DPS) pada tanggal recording date 22 Juni 2026.
“Dan tanggal cum dividen (akhir periode perdagangan saham dengan hak atas dividen) 18 Juni 2026,” ungkap manajemen, Selasa (9/6).
RUPST juga menyetujui rencana penerbitan surat utang (notes) berdenominasi mata uang asing dengan nilai pokok maksimal US$ 900 juta. Penerbitan tersebut dapat dilakukan dalam satu atau beberapa tahap dalam periode 12 bulan sejak persetujuan RUPST diperoleh.
Sementara itu, Direktur Tower Bersama Infrastructure, Helmy Yusman Santoso mengatakan, perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp4 triliun pada tahun ini.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi operator telekomunikasi, termasuk pembangunan menara dan infrastruktur sesuai kebutuhan pelanggan. Selain itu, capex juga berpotensi dialokasikan ke anak usaha nonpublik (private company), seperti pengembangan jaringan intersite maupun kegiatan FTTH, yang tetap dilakukan berdasarkan permintaan operator.
Tower Bersama Infrastructure merupakan salah satu perusahaan penyewaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia. Hingga 31 Maret 2026, perseroan memiliki 24.666 site telekomunikasi yang melayani 41.764 penyewaan (tenancy).
Kegiatan usaha utama TBIG mencakup penyewaan ruang pada menara telekomunikasi untuk pemasangan antena dan perangkat pendukung transmisi sinyal nirkabel melalui skema kontrak sewa jangka panjang. Selain bisnis menara, perseroan juga memiliki dan mengoperasikan infrastruktur telekomunikasi lainnya, termasuk jaringan kabel serat optik.




