Korban Ledakan Galian Fatmawati Terluka Parah di Wajah, Terpaksa Jalani Operasi Plastik

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Satu dari dua korban ledakan proyek utilitas di Jalan RS Fatmawati Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, terpaksa harus menjalani operasi plastik akibat menderita luka parah pada bagian wajah.

Kondisi terkini para korban disampaikan langsung oleh Kapolsek Cilandak, Kompol Gusprihatin Zen. Ia menjelaskan bahwa meski mengalami luka wajah yang cukup signifikan, korban yang bersangkutan saat ini masih dalam keadaan sadar.

BACA JUGA: Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman 5 Korban Ledakan Bom Bekas PD II di Biak

"Kondisi yang satu sudah membaik, yang satu operasi plastik. Operasi bagian muka karena agak parah di bagian muka, tapi masih sadar kok," kata Kapolsek Cilandak Kompol Gusprihatin Zen kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Gusprihatin mengatakan kondisi salah satu korban saat ini berangsur membaik, sedangkan korban lainnya masih membutuhkan tindakan medis lanjutan.

BACA JUGA: LPSK Terima Permohonan Perlindungan 86 Korban Ledakan SMAN 72

Meski demikian, polisi belum dapat meminta keterangan dari korban yang masih menjalani perawatan karena saat ini fokus utama adalah pemulihan kondisi kesehatannya.

Menurut dia, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pihak vendor yang terlibat dalam pekerjaan galian tersebut untuk mendalami penyebab kejadian.

BACA JUGA: Tiga Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih Dirawat di RS

"Kita masih tahap pemeriksaan saksi-saksi. Vendor-vendor kita periksa karena perlu pendalaman untuk masalah ini," ucapnya.

Ia menambahkan korban nantinya akan dimintai keterangan setelah kondisi kesehatan mereka memungkinkan.

Terkait biaya pengobatan, Gusprihatin memastikan seluruh perawatan medis kedua korban ditanggung penuh oleh perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut. "Ditanggung perusahaan semua, full," ujarnya.

Sebelumnya, polisi menyebut dugaan sementara penyebab ledakan galian di Jalan RS Fatmawati Raya karena kabel listrik yang putus saat proses pengeboran berlangsung.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (8/6) pagi ketika pekerja tengah melakukan pekerjaan galian untuk perbaikan jaringan pipa air bersih. Saat pengeboran berlangsung, alat yang digunakan diduga mengenai kabel listrik yang berada di bawah tanah hingga memicu ledakan.

Akibat kejadian tersebut, dua pekerja mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi juga menghentikan sementara pekerjaan galian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri Salurkan Bantuan Sosial bagi Korban Kebakaran Kemayoran
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Mentan Koordinasikan Rencana Kenaikan HET Minyakita ke Mendag dan Menko Pangan
• 20 jam lalumatamata.com
thumb
Rapat dengan DPR, Sherly Tjoanda Ngeluh Tak Bisa Bayar Gaji PPPK dan Honorer
• 16 jam laludisway.id
thumb
John Herdman Beri Peringatan untuk Timnas Indonesia, Sebut Mozambik Punya Senjata Mematikan yang Jadi Ancaman Serius
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Akan Tayang di TV, Ini Jadwal Pengajian, Siraman, Akad, hingga Resepsi
• 18 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.