Pernyataan Sikap Resmi Jakmania soal Dugaan Bentrokan dengan Suporter Persib Bandung di Kragilan Serang

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Suporter Persija Jakarta, The Jakmania resmi merilis pernyataan resmi menyikapi dugaan bentrokan dengan suporter Persib Bandung di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (7/6/2026) malam.

Peristiwa itu diduga melibatkan suporter Persija Jakarta dan Persib Bandung sehingga membuat dua orang anggota Viking terluka. Insiden tersebut juga menyisakan trauma bagi anak-anak di sekitar lokasi.

Pada Selasa (9/6/2026), Pengurus Pusat (PP) The Jakmania menyayangkan kejadian dugaan penyerangan terhadap Viking Serang Banten.

Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno menjelaskan kronologi sementaranya. Mulanya Jakmania setempat mengadakan acara santunan dan pentas musik dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT).

"Acara yang berlangsung sampai jam 11 malam itu berlangsung lancar dan aman. Berdasarkan informasi awal yang kami terima, acara yang berlangsung malamitu telah mendapatkan izin dan juga berada dalam pengamanan pihak kepolisian," tulis Diky Soemarno melalui Instagram pribadinya.

Ia menjelaskan, awal kejadian terjadi setelah acara selesai. Beberapa anggota Jakmania mengalami kejadian tidak terduga saat pulang dari lokasi.

Kemudian, pihak Kepolisian meminta sejumlah anggota Jakmania kembali berkumpul ke lokasi acara. Tujuannya untuk pulang dengan rombongan disertai pengamanan dari pihak Kepolisian.

"Dalam perjalanan pulang, sebagian teman-teman terprovokasi ketika melihat sebuah ruko yang menggunakan atribut Persib Bandung atau Viking, sehingga  terjadilah tindakan yang berujung pada penyerangan terhadap lokasi tersebut," terangnya.

Ia menyoroti soal adanya anak kecil atau balita terdampak kericuhan tersebut. Ia menyesali insiden ini tidak seharusnya terjadi.

Ia menyampaikan keprihatinan mendalamnya kepada seluruh pihak yang terdampak, termasuk anak kecil atau balita yang mengalami trauma.

"Tentu hal ini menjadi perhatian bersama. Anak-anak adalah aset masa depan yang harus mendapatkan perlindungan dari semua pihak. Mereka berhak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, rasa aman, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya," ucapnya.

"Karena itu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan anak-anak tidak berada dalam situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan maupun kondisi psikologis mereka, apa pun latar belakang kegiatan yang sedang berlangsung," sambungnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sebelum Kena OTT KPK, Bupati Muara Enim Edison Hadiri Acara Pencegahan Korupsi
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Bantah Terima Endorse dari Hanania Group, Keanu Agl Bawa Bukti Ini
• 16 jam lalucumicumi.com
thumb
Dubes RI: Energi, AI fokus kerja sama dengan Korea Selatan
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Sudah Tetapkan Tersangka dalam OTT Bupati Muara Enim
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Komisi III DPR Setujui RUU Polri, Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan Jadi UU
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.