Empat BPD Baru Papua Tolak Pembedaan Hak Voters HIPMI

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Penetapan hak voters dalam Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI menuai sorotan karena berpotensi mengurangi ruang partisipasi daerah baru dalam forum nasional.

Empat Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI dari wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua menjadi pihak yang keberatan terhadap penetapan hak voters.

BACA JUGA: SC Tetapkan Reagen dan Uswanas sebagai Caketum HIPMI Malut

Ketua BPD HIPMI Papua Selatan Nickson Pampang menyebut keberatan yang disampaikan pihaknya bukan upaya mencari perlakuan khusus bagi daerah otonomi baru.

"Papua hadir bukan untuk meminta perlakuan khusus," ujar Nickson Pampang dalam keterangannya hari ini (9/6).

BACA JUGA: Calon Ketum HIPMI Afifuddin Kalla Tolak Lampung Jadi Tuan Rumah Munas XVIII

Dia mengaku penyampaian keberatan sebagai upaya memperjuangkan prinsip kesetaraan hak dalam organisasi.

"Kami hadir sebagai bagian sah dari organisasi dan berharap diperlakukan setara, yang kami perjuangkan adalah hak yang sama berdasarkan aturan yang sama," katanya.

BACA JUGA: Dinilai Untungkan Salah Satu Calon, 3 Caketum HIPMI Tolak Lampung Jadi Lokasi Munas

Ketua BPD HIPMI Papua Barat Daya Rob Rafael Kardinal mengatakan BPD HIPMI DOB telah berupaya memenuhi seluruh kewajiban organisasi yang dipersyaratkan, meski memiliki waktu yang relatif singkat sejak terbentuk.

“Kami memahami posisi kami sebagai daerah baru," kata dia.

Rob mengatakan kerja BPD HIPMI DOB seharusnya dilihat pengurus pusat dengan pengakuan setara terkait hak voters.

"Kami bekerja keras untuk memenuhi seluruh kewajiban organisasi, mulai dari agenda kelembagaan, keanggotaan, hingga partisipasi dalam kegiatan nasional. Komitmen itu seharusnya juga mendapat pengakuan yang setara,” katanya.

Ketua BPD HIPMI Papua Pegunungan Anthonius Wetipo melanjutkan semangat pembentukan daerah otonomi baru sejatinya memperluas partisipasi dan memperkuat keterwakilan dalam berbagai forum pengambilan keputusan.

“Daerah baru dibentuk agar partisipasi semakin luas, bukan justru menyempit, karena itu, penetapan hak representasi harus mempertimbangkan fakta objektif dan tidak membedakan antara daerah lama maupun daerah hasil pemekaran,” kata dia.

Terakhir Ketua BPD HIPMI Papua Tengah Yoti Gire menyebut BPD HIPMI DOB Tanah Papua berharap persoalan hak voters dapat diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang adil dan transparan. 

Menurut dia, kesetaraan perlakuan terhadap seluruh daerah akan menjadi fondasi penting bagi masa depan organisasi.

“Kami ingin setiap daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan ikut menentukan arah HIPMI ke depan,” ujar Yoti Gire. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Daftar 26 Pemain Timnas Spanyol untuk Piala Dunia 2026


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Susu Nusantara 2026, Indomilk Ajak Orang Tua Lebih Cermat Pilih Nutrisi Anak
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Disorot karena Kasus Pembunuhan, Menteri Kehakiman Prancis Tolak Mundur
• 17 jam laludetik.com
thumb
Wamenkum Ungkap Alasan Kilatnya Pembahasan RUU Polri
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
555 PNS Angkatan Pertama IKN Dilantik
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Ribuan Umat Hadiri Tabligh Akbar 100 Tahun Gontor
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.