JAKARTA - Sebuah helikopter Apache Amerika Serikat (AS) jatuh di dekat Selat Hormuz, beberapa jam setelah konflik di wilayah tersebut meningkat dengan Iran dan Israel saling melancarkan serangan langsung pertama mereka dalam dua bulan.
Helikopter Apache telah digunakan oleh militer AS untuk menjaga blokade pelabuhan Iran di dekat selat tersebut, sebagai bagian dari kehadiran militer besar-besaran mereka di wilayah tersebut.
Helikopter Apache sebelumnya telah digunakan untuk menyerang kapal-kapal kecil Iran – tetapi militer AS belum mengatakan apakah helikopter tersebut ditembak jatuh oleh tembakan Iran, mengalami kerusakan mekanis, atau mengalami masalah lain.
Sebuah drone permukaan angkatan laut menemukan dan menyelamatkan dua awak dari perairan Selat Hormuz, kata Komando Pusat AS (Centcom) pada Selasa (9/6/2026). Keduanya diselamatkan dalam waktu sekitar dua jam dan dalam kondisi stabil.
Presiden Donald Trump mengatakan kedua pilot yang berada di dalam helikopter tempur tersebut "baik-baik saja" setelah diselamatkan ketika pesawat tersebut jatuh ke perairan yang dikuasai Iran.
Insiden itu terjadi beberapa jam setelah Iran dan Israel mengatakan mereka telah menghentikan serangan satu sama lain menyusul permohonan dari Trump. Teheran memperingatkan akan melanjutkan serangan jika Israel terus menyerang Hizbullah di Lebanon, sementara Israel mengatakan akan menyerang Beirut jika Hizbullah menembak ke arahnya.
“Tidak ada yang terluka. Kami akan mengeluarkan laporan besok. Tetapi para pilot baik-baik saja,” kata Trump, sebagaimana dilansir Independent.
Media pemerintah Iran mengakui kecelakaan helikopter tersebut tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut tentang keadaannya.
Kembalinya konflik antara Iran dan Israel telah mengancam negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung antara AS dan Iran. Trump mengatakan AS memiliki “peluang yang sangat baik” untuk menandatangani kesepakatan perdamaian “dalam dua atau tiga hari.”




