Pantau - Presiden China Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada Selasa menegaskan komitmen untuk meneruskan tradisi persahabatan kedua negara dari generasi ke generasi setelah pertemuan puncak di Pyongyang yang menandai berakhirnya kunjungan dua hari Xi ke Korea Utara.
Media pemerintah China melaporkan kedua pemimpin menekankan pentingnya menjaga hubungan bilateral yang telah terjalin lama antara Beijing dan Pyongyang.
KCNA melaporkan Xi dan Kim pada Senin, 8 Juni, sepakat memperkuat komunikasi strategis serta memperluas berbagai pertukaran dalam rangka peringatan 65 tahun Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik kedua negara.
Kedua pemimpin menyatakan penguatan kerja sama tersebut ditujukan untuk membuka babak baru hubungan bilateral.
Simbol Persahabatan dan Kerja Sama HistorisXi mengakhiri kunjungan kenegaraannya dengan memberikan penghormatan di Menara Persahabatan China-Korea Utara yang dibangun untuk mengenang tentara China yang bertempur dalam Perang Korea.
Kim Jong Un mendampingi Xi dalam kegiatan penghormatan tersebut.
Kedua pemimpin juga mengunjungi Sekolah Pelatihan Kader Pusat milik Partai Buruh Korea yang berkuasa.
Xi dan Kim bersama-sama menanam pohon cemara sebagai simbol persahabatan kedua negara.
China dan Korea Utara memiliki sejarah panjang kerja sama sejak berjuang bersama melawan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dipimpin Amerika Serikat dalam Perang Korea.
Hubungan kedua negara selama ini kerap digambarkan sebagai hubungan saudara sedarah.
Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik China-Korea Utara ditandatangani pada 1961.
Perjanjian tersebut memuat ketentuan bahwa kedua negara akan memberikan dukungan militer dan bantuan lainnya secara segera apabila salah satu pihak mendapat serangan bersenjata.
Isu Nuklir dan Pertukaran Militer Jadi SorotanLaporan resmi Korea Utara mengenai pertemuan puncak tersebut tidak menyinggung program nuklir Pyongyang.
Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China yang dirilis pada Senin juga tidak menyebut program nuklir Korea Utara.
Dalam beberapa waktu terakhir, Beijing tidak lagi secara terbuka mengkritik program nuklir Pyongyang.
Meski demikian, Gedung Putih menyatakan Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan kembali tujuan bersama untuk mewujudkan denuklirisasi Korea Utara dalam pertemuan di Beijing pada pertengahan Mei.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyatakan, "Beijing siap meningkatkan pertukaran dengan Pyongyang."
Lin menjelaskan pertukaran tersebut mencakup bidang diplomasi, penegakan hukum, militer, dan bidang lainnya.
Profesor ilmu politik Universitas Nasional Gyeongsang Park Jong Chol menilai sikap China yang menginginkan denuklirisasi Korea Utara kemungkinan tidak berubah.
Park meyakini Xi dan Kim mungkin telah mencapai kesepakatan baru terkait isu nuklir.
Menurut Park, kemungkinan terdapat pemahaman bahwa China tidak akan menentang senjata nuklir Korea Utara yang telah diproduksi.
Sebagai imbalannya, Korea Utara kemungkinan akan menghentikan produksi tambahan arsenal nuklirnya.
Park menegaskan dugaan tersebut masih perlu dipantau lebih lanjut karena belum ada konfirmasi resmi.
Park juga menyatakan bahwa usulan Xi mengenai peningkatan pertukaran di bidang militer merupakan perkembangan yang cukup mengejutkan.
Seorang pejabat Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyebut ini merupakan pertama kalinya pertukaran militer antara China dan Korea Utara disebut secara terbuka sejak Kim Jong Un mewarisi kekuasaan setelah kematian Kim Jong Il pada Desember 2011.
KCNA melaporkan Menteri Pertahanan China Dong Jun termasuk dalam rombongan pejabat senior yang mendampingi Xi selama kunjungan tersebut.
Hubungan antara Beijing dan Pyongyang belakangan menunjukkan tanda-tanda perbaikan setelah sebelumnya sempat terlihat merenggang akibat semakin eratnya kerja sama militer Korea Utara dengan Rusia, termasuk pengiriman pasukan untuk membantu Moskow dalam perang di Ukraina.
Selama berada di Pyongyang, Xi menghadiri jamuan penyambutan yang diselenggarakan pihak Korea Utara.
Xi juga menyaksikan pertunjukan seni bersama Kim Jong Un sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut.




