JOMBANG, iNews.id – Puluhan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, serentak berhenti beroperasi.
Belum diketahui penyebab berhentinya kegiatan dapur MBG, namun dugaan awal lantaran dana operasional hulu dari Badan Gizi Nasional (BGN) tak kunjung cair ke rekening pengelola di daerah.
Salah satu titik yang terdampak nyata adalah SPPG Tambakrejo 7 di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Rumah produksi yang biasanya sibuk sejak subuh itu kini mendadak berubah sepi bak tak berpenghuni.
Tidak ada lagi hilir mudik karyawan maupun aroma masakan dari dapur umum. Di area halaman, dua unit mobil boks khusus milik SPPG yang biasanya digunakan untuk mendistribusikan paket makanan sehat tampak terparkir mati dan tidak melakukan aktivitas pengiriman apa pun.
Kepala SPPG Tambakrejo 7, Ahmad Rifqi Rosadi mengakui, aktivitas dapur MBG dihentikan sementara waktu sejak dua hari lalu.
Baca Juga:Kecelakaan Beruntun Minibus Rombongan Turis Singapura di Jalur Bromo, 11 Luka-Luka"Dapur kami memang sudah dua hari ini berhenti beroperasi total. Penyebabnya murni karena belum adanya transfer dana operasional dari BGN pusat. Akibatnya, kegiatan memasak maupun pengiriman makanan bergizi gratis terpaksa kami setop," ungkap Ahmad Rifqi Rosadi, Selasa (9/6/2026).
Dampak dari mandeknya kucuran dana ini terbilang masif. Pasokan makanan bergizi untuk sekitar 1.700 pelajar yang menjadi penerima manfaat rutin dari SPPG Tambakrejo 7 otomatis terhenti total.
Selain itu, belasan karyawan yang setiap hari menggantungkan pendapatan dari upah memasak di dapur tersebut kini terpaksa dirumahkan dan tidak bisa bekerja seperti biasa.
Rifqi mengaku pihak manajemen di daerah tidak mengetahui secara pasti kendala birokrasi apa yang membuat BGN pusat menahan pencairan dana.
Berdasarkan koordinasi antar-wilayah, terdapat sekitar 40 SPPG di seluruh Kabupaten Jombang yang mengalami nasib serupa.
Padahal, ritme kerja SPPG Tambakrejo 7 terhitung sangat padat. Setiap harinya mereka wajib memasak dan menyuplai makanan sehat ke empat sekolah dasar dan dua unit Posyandu di Jombang demi memenuhi kuota gizi 1.700 jiwa.
Baca Juga:Mutasi Polri, Ini Daftar Lengkap 9 Kapolda Baru dari Jabar hingga KalbarUntuk memenuhi target masif tersebut, manajemen membutuhkan modal kerja yang tidak sedikit, yakni mencapai Rp15 juta per hari atau sekitar Rp100 juta dalam sepekan. Angka yang besar itu membuat pengelola daerah tidak mampu jika harus menalangi biaya produksi menggunakan dana talangan pribadi secara terus-menerus.
Hingga saat ini, pihak SPPG di Jombang masih buta mengenai kepastian tanggal transfer dari pusat. Kendati demikian, mereka menegaskan kesiapannya untuk langsung mengepulkan asap dapur kembali begitu anggaran negara dicairkan.
"Kami belum tahu kapan pastinya dana operasional itu akan masuk," ucap Rifqi.
Dana Operasional Sudah DicairkanKepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang buka suara soal isu operasional sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti sementara karena dana dari BGN belum cair. Nanik mengatakan dana operasional untuk dapur MBG sudah dicairkan sejak Jumat pekan lalu.
"Ada bagian dari hoaks. Semua sudah dicairkan dari mulai Jumat. Jadi memang ada beberapa yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan," kata Nanik di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Baca Juga:Kejagung Pamer Barang Lelang Rampasan Koruptor di CFD, Ada Ferrari hingga Harley DavidsonMenurutnya, BGN sudah mencairkan Rp5 triliun untuk operasional dapur MBG, termasuk di Aceh. Dia menuturkan isu terkait pencairan dana tersebut hanya masalah teknis.
"Jadi kalau nggak salah kami dapat laporan Rp5 triliun ya Bu (Arumsari, Wakil Kepala BGN) dicairkan hari ini. Jadi tidak ada masalah, masalah teknis saja," kata Nanik.
#jatim




