Penelitian Siswi SMA Ungkap Manfaat Tak Terduga Gunung Berapi dalam Menekan Stunting

tabloidbintang.com
4 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Gunung berapi selama ini lebih sering dikaitkan dengan bencana alam dan kerusakan lingkungan. Namun, sebuah penelitian terbaru justru mengungkap sisi lain dari aktivitas vulkanik yang berpotensi membantu Indonesia mengatasi masalah stunting.

Temuan tersebut datang dari Jadrianna Sutrisno, siswi kelas 11 Jakarta Intercultural School (JIS), melalui penelitian berjudul "From Soil to Supper: Agriculture and Child Health in Indonesia" yang dipresentasikan dalam Jakarta Scholars Symposium (JSS) 2026.

Penelitian itu mengkaji hubungan antara kesuburan tanah akibat abu vulkanik, produktivitas pertanian, dan angka stunting di berbagai wilayah Indonesia. 

Menurut Jadrianna, manfaat gunung berapi tidak hanya berhenti pada aspek geologi, tetapi juga dapat berdampak pada ketahanan pangan dan kesehatan anak.

"Meski gunung berapi terlihat berbahaya dan merusak, bukan berarti hanya itu sisi yang dimilikinya. Ada juga manfaat positif dari sesuatu yang tampak destruktif," ujar Jadrianna.

Dari Abu Vulkanik ke Piring Makan

Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik dengan sekitar 130 gunung berapi aktif. 

Abu vulkanik yang dihasilkan dari letusan diketahui mengandung unsur hara penting seperti kalium dan fosfor yang berperan besar dalam meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.

Dalam risetnya, Jadrianna menyoroti sejumlah contoh historis, termasuk peningkatan hasil pertanian di sekitar Gunung Galunggung, Jawa Barat, pascaerupsi tahun 1982.

Nutrisi yang terkandung dalam abu vulkanik dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya kualitas lahan pertanian.

Di saat yang sama, Indonesia masih menghadapi tantangan stunting yang cukup besar. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional tercatat 19,8 persen. 

Meski menurun dibandingkan 27,7 persen pada 2019, hampir satu dari lima balita Indonesia masih mengalami stunting.

"Stunting merupakan isu yang sangat relevan di Indonesia, dan saya ingin menggabungkannya dengan minat saya di bidang ilmu lingkungan," kata Jadrianna.

Melalui analisis data pertanian, kondisi tanah, dan angka stunting di berbagai provinsi, ia menemukan adanya korelasi antara tanah yang diperkaya abu vulkanik dengan tingkat stunting yang lebih rendah.

Jawa Barat, misalnya, memiliki angka stunting sebesar 15,9 persen dan dikenal memiliki bentang alam vulkanik yang subur.

Sebaliknya, Papua yang memiliki aktivitas vulkanik lebih terbatas mencatat angka stunting hingga 40,8 persen.

"Saya menemukan korelasi positif antara kesuburan tanah yang diperkaya abu vulkanik dengan rendahnya angka stunting. Apa yang kita konsumsi secara langsung memengaruhi status gizi dan kesehatan anak," jelasnya.

Meski demikian, Jadrianna menegaskan bahwa stunting tetap dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kemiskinan, gizi ibu, sanitasi, hingga akses layanan kesehatan. 

Karena itu, ia merekomendasikan restorasi lahan gambut, penguatan sistem irigasi, serta peningkatan infrastruktur pangan dan layanan kesehatan untuk membantu menekan kesenjangan antarwilayah.

Menurutnya, gunung berapi seharusnya tidak hanya dipandang sebagai sumber bencana, tetapi juga sebagai aset alam yang berpotensi mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Singkat Shin Tae-yong, Pelatih Baru Tim Macan Kemayoran
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
1.000 Warga Perbatasan Ikut Masak Besar Kuali Merah Putih di PLBN Aruk
• 23 jam laludetik.com
thumb
Raffi Ahmad Siapkan Konferensi Pers Usai Namanya Muncul dalam Penyidikan Kasus Bea Cukai KPK
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Era Shin Tae-yong Dimulai, Ini Susunan Lengkap Staf Kepelatihan Persija 2026
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Vasko Ruseimy Pimpin Tim Pemenangan Ade Jona Prasetyo di Munas HIPMI
• 33 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.