Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa gelombang setinggi 2,5 meter hingga empat meter berpeluang menyambangi sejumlah wilayah perairan Indonesia dari 10 hingga 13 Juni 2026.
Menurut informasi yang disampaikan melalui akun media sosial BMKG, selama kurun itu gelombang setinggi 2,5 meter hingga empat meter antara lain berpeluang muncul di bagian Samudera Hindia di sebelah barat Kepulauan Nias serta perairan selatan Banten.
Wilayah perairan Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur hingga 13 Juni 2026 juga berpeluang menghadapi gelombang setinggi 2,5 meter hingga empat meter.
BMKG menyampaikan bahwa gelombang tinggi dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan pelayaran.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Warga diimbau memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut atau melakukan perjalanan menggunakan sarana transportasi laut.
Menurut BMKG, angin dengan kecepatan 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter bisa menimbulkan risiko keselamatan dalam pengoperasian perahu nelayan.
Pengoperasian kapal tongkang dinilai berisiko saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.
Kapal feri berpotensi menghadapi risiko keselamatan kalau kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
BMKG mengimbau para nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir memantau informasi tentang cuaca dan gelombang laut guna mengantisipasi risiko keselamatan selama beraktivitas di laut.