Masyarakat diajak ganti password berkala hindari penipuan SIM Swap

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Tangerang (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Banten mengajak masyarakat untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah dan ganti password berkala untuk menghindari modus penipuan SIM Swap.

"Jika nomor ponsel tiba-tiba mati atau hilang sinyal tanpa alasan jelas, segera laporkan ke operator sebelum pelaku sempat membobol akun perbankan," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Mugiya Wardhany di Tangerang, Selasa.

Mugiya mengatakan kejahatan siber ini mengincar nomor ponsel aktif milik korban untuk mengambil alih akun perbankan dan layanan digital penting lainnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Modus penipuan yakni pelaku mengambil alih nomor ponsel korban dengan menggunakan data pribadi yang telah dicuri. Jika pergantian SIM ini berhasil, pelaku dapat dengan bebas mengakses kode verifikasi (OTP) dan membobol berbagai akun digital keuangan milik korban.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa modus ini sangat berbahaya karena sering kali tidak disadari oleh korban hingga kerugian finansial sudah terjadi.

Masyarakat harus selalu ingat bahwa nomor ponsel saat ini bukan sekadar alat komunikasi biasa, melainkan sudah menjadi kunci akses utama ke berbagai akun penting kita, terutama perbankan.

"Tetaplah waspada, karena pelaku kejahatan hanya membutuhkan satu celah kelengahan kita untuk menguras isi rekening," ungkap Mugiya.

Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), kejahatan SIM Swap terjadi melalui tiga tahapan utama, yakni pencurian data pribadi melalui phising, pemalsuan identitas untuk meminta kartu SIM baru ke operator hingga akhirnya pelaku berhasil menguasai nomor ponsel korban untuk membobol akun perbankan.

"Kami mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan literasi digital agar terhindar dari berbagai modus penipuan siber," ujarnya.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bonus untuk Persib Rp 1 Miliar Jadi Sorotan, Dedi Mulyadi Blak-blakan soal Sumber Dana, Siap Buka Daftar Pembeli Sapinya
• 19 jam lalugrid.id
thumb
KSP Bersama Stranas Pemburu Korupsi Berkomitmen Amankan Program MBG dari Pemburu Rente
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tantangan Otonomi Daerah Makin Kompleks, Kemendagri Kebut Desain Besar Penataan Daerah
• 6 jam laludisway.id
thumb
Listrik Padam di Depok hingga Bogor, Ini Penyebabnya
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Al-Aqsa Diserbu Pemukim Israel, di Mana Hak Asasi Manusia?
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.