Dalam konferensi pers setelah pertandingan, pelatih berusia 50 tahun itu menilai timnya seharusnya bisa mengunci kemenangan lebih besar sejak babak pertama.
“Saya pikir sebenarnya kami bisa mengunci dan menyelesaikan pertandingan ini sejak babak pertama, dan itulah yang kami harapkan,” kata Herdman.
“Ada saat-saat ketika pemain tampil di level sangat tinggi. Kami hanya kurang maksimal dalam penyelesaian akhir,” lanjutnya.
Baca Juga :
Indonesia Bungkam Mozambik di GBK Lewat Gol Tunggal Ole RomenyStatistik yang dicatat Lapangbola menunjukkan skuad Garuda tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 60 persen. Ole Romeny dan kawan-kawan melepaskan 15 tembakan, namun hanya tiga yang mengarah tepat ke gawang.
Sementara itu, Mozambik mencatat tujuh tembakan dengan dua di antaranya tepat sasaran ke gawang Maarten Paes.
Herdman Tetap Bangga dengan Timnas
Meski mengkritik efektivitas penyelesaian akhir timnya, John Herdman tetap mengapresiasi kerja keras dan komitmen para pemain.
Pelatih asal Inggris tersebut menilai kemenangan atas Oman (3-0) dan Mozambik (1-0) dalam FIFA Matchday bukan hasil yang mudah, terutama karena laga digelar di tengah kondisi pemain yang baru menyelesaikan musim panjang bersama klub.
“Kami berhasil mengalahkan dua tim yang secara peringkat FIFA berada di atas kami dalam jeda internasional yang sangat sulit,” ucap Herdman.
“Karena itu, saya tetap bangga kepada para pemain. Bulan Juni selalu menjadi periode berat setelah musim kompetisi yang panjang,” jelasnya.
Baca Juga :
Indonesia Hadapi Mozambik untuk Pertama Kalinya, Begini Rekor Garuda Lawan Tim AfrikaHerdman juga mengingatkan timnya untuk tetap fokus dan tidak cepat puas dengan hasil yang diraih.
“Kami harus tetap rendah hati dan terus bekerja keras untuk persiapan agenda besar berikutnya pada September,” pungkasnya.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)





