JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi sebagian orang, rumah lansia masih kerap dipandang sebagai tempat terakhir bagi orang tua yang tak lagi tinggal bersama keluarga.
Namun, pemandangan berbeda terlihat di Rumah Lansia Sasana Tresna Werdha (STW) Ria Pembangunan, Cibubur, Jakarta Timur.
Di tengah kawasan yang teduh dan dipenuhi pepohonan rindang itu, para penghuni menjalani masa tua dengan aktif. Mereka berolahraga bersama, mengikuti kegiatan keagamaan, bermain musik, bernyanyi, hingga merajut.
Baca juga: Psikolog: Duka Kehilangan Hewan Peliharaan Bisa Setara dengan Kehilangan Anggota Keluarga
Bagi banyak penghuni, rumah lansia bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan ruang untuk tetap bersosialisasi, berkarya, dan menikmati masa senja dengan lebih bermakna.
KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Dua penghuni Rumah Lansia Sasana Tresna Werdha Ria Pembangunan merawat tanaman di area kebun kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026). Aktivitas berkebun menjadi salah satu sarana bagi para lansia untuk tetap bergerak, berinteraksi, dan menikmati masa tua dalam lingkungan yang asri.
Ketua Badan Penyelenggara Sasana Tresna Werdha Ria Pembangunan, Sri Kusumo Amdani, mengatakan bahwa sejumlah penghuni datang atas kemauan sendiri.
"Salah satu syarat penghuni yang tinggal di sini adalah harus atas kemauan sendiri. Tapi keluarga tetap harus mengetahui dan menyetujui serta menjadi penanggung jawab penghuni tersebut," ujar Sri saat berbincang dengan Kompas.com di lokasi, Selasa (9/6/2026).
Menurut Sri, konsep hunian lansia kini semakin diterima masyarakat. Banyak keluarga datang untuk mencari informasi mengenai kehidupan dan pelayanan yang tersedia sebelum memutuskan mendaftarkan orangtua mereka.
"Setiap tahun ada sekitar 500 sampai 700 keluarga yang mencari informasi mengenai layanan di sini," kata dia.
Sri mengatakan, sebagian penghuni memilih tinggal di STW Ria Pembangunan bukan semata-mata karena membutuhkan perawatan kesehatan.
Banyak di antara mereka yang ingin tetap memiliki lingkungan sosial yang aktif dan teman untuk berbagi cerita.
Bagi sebagian lansia, tinggal sendiri di rumah dapat menimbulkan rasa kesepian dan membuat aktivitas sehari-hari semakin terbatas.
Sebaliknya, di lingkungan rumah lansia mereka dapat berinteraksi dengan teman sebaya, mengikuti berbagai kegiatan bersama, hingga tetap menjalankan aktivitas sesuai kemampuan masing-masing.
Setiap pagi, para penghuni mengikuti jalan santai, senam kebugaran, senam otak, senam diabetes, hingga senam khusus bagi penyintas stroke. Setelah itu, mereka mengikuti kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing, di antaranya pengajian maupun kebaktian rutin.
Baca juga: Usai Kenalan dengan Wanita, Korban Begal di Jakbar Dijebak ke Kamar Kos
Beragam kegiatan hiburan juga menjadi bagian dari keseharian penghuni. Mereka dapat mengikuti aktivitas menyanyi, bermain angklung, kolintang, hingga merajut.