Jakarta, VIVA – Video yang memperlihatkan putri bungsu Ruben Onsu dan Sarwendah, Thania Putri Onsu, menginjak punggung Giorgio Antonio saat siaran langsung promosi produk, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Cuplikan tersebut viral setelah banyak akun membagikannya dan memicu beragam tanggapan dari publik.
Dalam video yang beredar, Giorgio terlihat tengkurap di atas kasur ketika sesi live streaming berlangsung. Thania kemudian berdiri di atas punggung pria yang belakangan dikabarkan dekat dengan Sarwendah itu, dan melakukan gerakan menyerupai pijatan dengan kaki. Selama momen tersebut berlangsung, Sarwendah tampak memegangi tangan putrinya untuk menjaga keseimbangan.
Viralnya video itu turut mendapat perhatian dari psikolog Dr Lita Gading. Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Lita mengkritik tindakan yang menurutnya tidak seharusnya dianggap wajar, terlebih karena melibatkan seorang anak perempuan dan ditayangkan secara terbuka di media sosial.
"Makin hari makin kelewatan, aduh duh duh, oh Tuhan, ini loh anak Sarwendah disuruh, ya entahlah disuruh atau keinginan anak sendiri, mijitin si Gio itu," ujarnya, sebagaimana dikutip dari Instagram-nya, Rabu, 10 Juni 2026.
"Please dong, hati-hati, yang namanya anak perempuan apalagi anak perempuan itu loh, aduh ampun. Tolong dong ada batasannya Sarwendah, janganlah seperti itu," kata Lita Gading.
Psikolog tersebut menilai orang tua perlu lebih berhati-hati dalam menentukan aktivitas yang melibatkan anak, terutama ketika aktivitas tersebut menjadi konsumsi publik. Menurutnya, ada batasan tertentu yang harus tetap dijaga demi kenyamanan dan perlindungan anak.
Dalam kesempatan yang sama, Lita juga menyinggung soal dugaan eksploitasi anak. Ia menilai anak tidak seharusnya ditempatkan dalam situasi yang berpotensi membuatnya merasa tidak nyaman di kemudian hari hanya demi kebutuhan konten atau promosi.
"Itu namanya eksploitasi anak, dan membuat anak menjadi sesuatu yang nggak nyaman nantinya. Please dong, tolong orang tuanya berpikir, jangan hanya karena cuan cuan cuan aja kalian menghalalkan segala cara," sambungnya.
Lita kemudian menyoroti posisi Giorgio Antonio yang menurutnya bukan bagian dari keluarga inti anak tersebut. Karena itu, ia menilai perlu ada batas yang jelas dalam interaksi yang melibatkan anak dengan pasangan baru orang tua.




