Mamuju, ERANASIONAL.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamuju mengkritik kinerja aparat kepolisian dalam menangani kasus dugaan pengeroyokan terhadap Sekretaris DPD GMNI Sulawesi Barat, Yudi.
Kritik tersebut muncul lantaran organisasi mahasiswa itu menilai belum ada perkembangan berarti sejak laporan resmi terkait insiden tersebut diterima Polresta Mamuju pada 8 Juni 2026.
Ketua DPC GMNI Mamuju, Dicky Wahyudi, mengaku kecewa dengan belum adanya kepastian hukum yang dirasakan korban maupun keluarganya.
Menurut dia, aparat penegak hukum perlu menunjukkan langkah nyata agar proses penyelidikan tidak menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.
“Kami berharap ada tindakan konkret dari pihak kepolisian. Jangan sampai publik menilai kasus kekerasan yang terjadi di ruang terbuka tidak mendapatkan perhatian yang serius,” ujar Dicky, Selasa (9/6/2026).
Diketahui, Yudi diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Tahaya-haya, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami sejumlah luka dan telah menjalani pemeriksaan medis sebelum melaporkan kejadian itu ke Polresta Mamuju.
Dicky menegaskan GMNI akan terus mengawal proses hukum yang berjalan. Ia menyatakan organisasinya tidak akan tinggal diam apabila penanganan perkara tersebut berlangsung tanpa kejelasan.
Menurutnya, pihak kepolisian perlu segera menunjukkan perkembangan penyelidikan sebagai bentuk komitmen dalam menegakkan hukum.
“Kami memberi kesempatan kepada kepolisian untuk memperlihatkan progres yang jelas. Jika tidak ada perkembangan yang signifikan, kami akan melakukan konsolidasi dan menempuh langkah-langkah demokratis guna memperjuangkan keadilan bagi korban,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dicky menilai kasus yang dialami Yudi tidak hanya menyangkut kepentingan individu, tetapi juga berkaitan dengan jaminan keamanan masyarakat dari berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di ruang publik.
Ia menyebut penyelesaian perkara tersebut akan menjadi indikator keseriusan aparat dalam memberantas aksi kekerasan dan praktik premanisme di wilayah Kabupaten Mamuju.
GMNI Mamuju pun memastikan akan terus memantau jalannya proses hukum hingga tuntas. Organisasi itu juga meminta aparat bekerja secara profesional, transparan, dan tidak diskriminatif dalam menangani perkara tersebut.
Hingga berita ini ditulis, Polresta Mamuju belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penyelidikan kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa Sekretaris DPD GMNI Sulawesi Barat. []





