Sempat Turun, Harga Minyak Dunia Pulih Pagi Ini

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Tokyo: Harga minyak dunia pulih dalam perdagangan Asia pada perdagangan Rabu pagi, karena serangan baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran terkait jatuhnya helikopter Amerika. Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran pasokan dan menimbulkan keraguan terhadap gencatan senjata AS-Iran yang rapuh.
 
Mengutip Investing.com, Rabu, 10 Juni 2026, harga minyak Brent berjangka sebagai patokan harga minyak internasional untuk kontrak beli atau jual Agustus, naik 1,8 persen menjadi USD93,08 per barel.
 
Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka sebagai standar untuk penetapan harga minyak di AS untuk kontrak beli atau jual di masa depan, naik sebanyak 1,8 persen menjadi USD89,78 per barel.
 
Kedua kontrak tersebut sempat turun sekitar tiga persen pada sesi sebelumnya, dengan harga mencapai level terendah dalam tujuh minggu terakhir.
  Baca juga: Harga Minyak Naik Tipis setelah Iran-Israel Hentikan Serangan   AS serang Iran di dekat Selat Hormuz  
Washington melancarkan serangan terhadap target-target Iran di dekat Selat Hormuz pada Selasa, menyusul jatuhnya helikopter Apache AS akibat serangan pesawat tak berawak Iran, menurut pejabat AS.
 
Presiden AS Donald Trump menggambarkan respons tersebut sebagai pembalasan yang "proporsional", sementara Teheran memperingatkan akan membalas setiap tindakan militer lebih lanjut.
 
Eskalasi terbaru ini mengancam akan menggagalkan kemajuan sementara menuju de-eskalasi setelah Iran dan Israel sepakat awal pekan ini untuk menghentikan serangan menyusul seruan dari Trump.
 
Para pedagang sebelumnya menafsirkan jeda dalam permusuhan sebagai tanda bahwa konflik mungkin bergerak menuju resolusi diplomatik, yang memicu aksi jual minyak mentah.
 
Perhatian tetap terfokus pada Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan energi global yang dilalui oleh sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia.
 
Meskipun Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan lalu lintas kapal dan ekspor minyak melalui Teluk telah membaik dalam beberapa pekan terakhir, ia memperingatkan aliran energi masih di bawah normal dan mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih sepenuhnya.


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
  Persediaan minyak mentah AS turun tajam  
Di sisi lain, data industri menunjukkan persediaan minyak mentah AS yang turun tajam pada pekan lalu turut mendukung pergerakan harga minyak dunia.
 
American Petroleum Institute melaporkan penurunan stok minyak mentah sebesar 9,12 juta barel, jauh lebih besar daripada penurunan yang diperkirakan sebesar 3,4 juta barel.
 
Persediaan bensin turun sebesar 1,19 juta barel, sementara persediaan distilat naik sebesar 1,32 juta barel. Data tersebut memperkuat kekhawatiran persediaan global dapat semakin menipis jika ketegangan di Timur Tengah meningkat.
 
Para investor kini menunggu data inventaris resmi pemerintah AS dari Badan Informasi Energi (EIA) pada Rabu nanti untuk konfirmasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Serap Aspirasi Warga Lewat Jaga Jakarta On The Spot di Jakarta Barat
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Promo Staycation Mewah Trans Luxury Hotel Surabaya Cuma Sampai 19 Juni
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
China Bidik Proyek PLTS 100 GW di Indonesia, Tawarkan Teknologi Penyimpanan Energi
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Suku Bunga Acuan Naik Jadi 5,5 Persen, BI Rilis 4 Amunisi Jaga Stabilitas Rupiah
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
OJK Sebut Program Penjaminan Polis Perkuat Perlindungan Masyarakat di Industri Asuransi
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.