HARIAN.FAJAR.CO.ID, WASHINGTON—Piala Dunia menjadi arena untuk menunjukkan bakat sebagai pemain muda. Hampir di setiap edisi, wonderkid bermunculan dan unjuk gigi.
Di antara mereka termasuk nama-nama seperti Pelé, Kylian Mbappé, Michael Owen, dan Thomas Müller. Di usia yang masih sangat muda, mereka tampil luar biasa di Piala Dunia.
Piala Dunia 2026 pun dipastikan akan kembali menjadi panggung para superstar muda. Beberapa nama diprediksi akan menjadi nyawa negaranya dan bakal menyedot banyak perhatian.
Di daftar teratas ada Lamine Yamal. Penyerang sayap Spanyol berusia 18 itu diyakini akan bersinar terang di Piala Dunia edisi ke-23 yang merupakan panggung debutnya.
Remaja Barcelona itu adalah pemain luar biasa di generasinya, bahkan mungkin yang terbaik di dunia, terlepas dari usianya. Dengan kecerdasan yang sebanding dengan tekniknya yang luar biasa, ia saat ini adalah penghibur ulung.
Seperti halnya untuk klubnya, Barcelona, Yamal merupakan pusat kreativitas yang menjadi pusat sebagian besar aksi menyerang Spanyol. Makanya, klaim Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente bahwa ia bisa bermain di laga pertama menjadi kabar yang sangat menggembirakan.
Luis de la Fuente mengatakan bahwa Lamine Yamal yang cedera otot, berada di jalur yang tepat untuk siap bermain dalam pertandingan pembuka Piala Dunia melawan Tanjung Verde pada 15 Juni bersama Nico Williams dan Victor Munoz.
“Jika tidak ada kendala dalam beberapa hari mendatang, kami berharap mereka akan siap pada tanggal 15. Saya pikir ketiganya akan berada dalam posisi untuk bermain,” kata De la Fuente kepada wartawan dikutip dari Al Jazeera.
Arda Güler adalah bintang La Liga lainnya yang diharapkan memukau di Piala Dunia mendatang. Gelandang serang Turki berusia berusia 21 itu sudah menunjukkan apa yang bisa dilakukannya di Real Madrid.
Bermain lebih ke depan dalam peran sebagai pemain nomor 10, Guler akan jadi ancaman nyata bagi kiper. Plus kemampuan dribbling khas dan umpan-umpannya yang akurat, ia akan jadi pusat permainan Turki.
Güler secara teknis brilian. Ia diberkahi dengan sentuhan yang luar biasa dan kontrol bola yang presisi. Dengan kemampuan membaca permainan yang sangat baik dan kecerdasan mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap, ia hanya butuh diberi bola sebanyak mungkin.
Menjadi pemenang dua edisi Liga Champions terakhir, Désiré Doué jelas punya banyak hal yang bisa ia pertontonkan bersama Prancis di Piala Dunia mendatang.
Penyerang Paris Saint-Germain (PSG) berusia 20 tahun itu adalah penjelajah lini depan. Ia dapat bermain di semua peran di lini depan, termasuk sebagai false 9, dan bisa menawarkan Prancis alternatif yang dapat mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap.
Doué punya kemampuan melewati bek dengan keseimbangan dan kontrol tubuh yang luar biasa. Ia juga adalah seorang finisher yang baik.
Dan tak kalah penting, ia punya kemampuan tampil gemilang di momen-momen penting dan dapat menjadi aktor kunci laga besar.
Masih berusia 19 tahun, winger Pantai Gading, Yan Diomande juga akan menjadi salah satu sorotan di Piala Dunia. Pemain klub RB Leipzig itu belakangan ini banyak dibicarakan karena sedang diperebutkan banyak klub raksasa, terutama Liverpool dan PSG.
Ia melakoni musim debut yang sensasional di Bundesliga Jerman, mencetak 12 gol dan 10 assist, ditambah penghargaan Rookie of the Year. Jadi tidak heran jika aksi-aksinya dinantikan di panggung dunia.
Sebagai pemain sayap dengan permainan yang sangat tajam, Diomande mengandalkan akselerasi singkat, perubahan arah yang tajam, dan keinginan yang tak terpuaskan untuk melewati para bek.
Biasanya memulai dari sayap kanan, ia dapat mengalahkan lawan dengan kedua kaki, menjaga keseimbangan saat berduel, dan kemudian memiliki kemampuan untuk memilih umpan yang tepat saat berada di bawah tekanan.
Kemampuannya berlari tanpa bola juga merupakan ciri khas yang sering diremehkan dan ia sangat pandai menemukan ruang dan mengatur waktu larinya untuk merebut bola-bola lepas.
Sempat dikhawatirkan tak dibawa ke Piala Dunia, Endrick mengubah pandangan Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti di pekan-pekan terakhir dengan penampilan hebatnya di Lyon setelah meninggalkan Madrid sebagai pemain pinjaman.
Pemain berusia 19 tahun itu mencetak lima gol dan tujuh assist dalam 16 pertandingan sejak Januari dan pada akhir pekan menjadi pahlawan kemenangan Brasil dalam uji coba.
Untuk Piala Dunia, Endrick diharapkan akan bermain di tengah atau di sayap kanan, di mana pergerakannya yang berputar ke dalam dapat membuka sudut untuk penyelesaian kaki kirinya yang kuat dan khas.
Cepat dalam jarak pendek, ia dapat menghindari tekel, melepaskan diri dari bek, dan menciptakan ruang untuk tembakan dengan ayunan kaki minimal. Endrick mampu mengubah jalannya pertandingan kapan saja dan jelas ia salah satu calon bintang di Piala Dunia. (amr)





