HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menetapkan Ahmad Syah Farhan sebagai tersangka sejak 29 Mei 2026. Bos Hanania Travel itu kini ditahan di Rumah Tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan Farhan dijerat dengan pasal dugaan penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
“ASF sebagai tersangka pada 29 Mei 2026. Selanjutnya yang bersangkutan dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya,” ujar Budi.
Dalam perkara ini, kerugian korban ditaksir mencapai Rp12,14 miliar. Hingga saat ini, polisi telah menerima laporan dari 687 korban yang mengaku gagal diberangkatkan ke Tanah Suci meski telah menyetorkan biaya perjalanan umrah.
Seiring proses penyidikan, polisi juga memeriksa sejumlah selebritas media sosial atau influencer yang sebelumnya terlibat dalam promosi paket umrah Hanania Travel. Salah satunya adalah selebgram Keanu Angelo.
Keanu menjalani pemeriksaan selama sekitar enam jam di Mapolda Metro Jaya pada Senin (8/6/2026). Penyidik melontarkan sebanyak 28 pertanyaan yang berfokus pada kerja sama promosi, kontrak, fasilitas yang diterima, hingga aliran pembayaran dari Hanania Group.
“Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mengajukan 28 pertanyaan yang pada pokoknya mendalami kerja sama endorse, kontrak, fasilitas, pembayaran, serta legalitas travel tersebut,” kata Budi.
Usai diperiksa, Keanu menegaskan dirinya tidak menerima bayaran endorsement dari Hanania Travel. Ia mengaku hanya menjalin kerja sama barter saat menjalankan ibadah umrah bersama travel tersebut.
“Aku dalam kerja sama sama Hanania itu enggak menerima uang endorse sama sekali. Aku kerja samanya barter,” ujar Keanu.
Untuk memperkuat keterangannya, Keanu bahkan membawa rekening koran dari periode keberangkatannya dua tahun lalu sebagai bukti tidak adanya aliran dana dari Hanania Group ke rekening pribadinya.
Keanu mengaku terkejut mengetahui Hanania Travel kini terseret kasus dugaan penipuan. Pasalnya, selama ini ia melihat travel tersebut masih aktif menggelar reuni akbar bersama ribuan jemaah yang pernah diberangkatkan.
“Aku syok dan sedih. Karena setelah aku berangkat, mereka masih sering mengadakan reuni yang dihadiri ribuan jemaah. Jadi cukup sulit dipercaya,” katanya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan kepada para korban yang gagal berangkat umrah dan berharap seluruh jemaah mendapatkan hak mereka kembali.
Selain Keanu, polisi turut menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah influencer lain yang diduga ikut mempromosikan Hanania Travel. Namun, tidak semua memenuhi panggilan penyidik.
Kombes Budi mengungkapkan tiga influencer, yakni Sara Gibson, Audrey Jesselyn, dan Dara Arafah, belum hadir dalam pemeriksaan dan dijadwalkan ulang pada 12 Juni 2026.
Sementara itu, selebgram Karin Novilda atau Awkarin tercatat tidak memenuhi panggilan penyidik tanpa memberikan keterangan.
“Adapun influencer lain yang dijadwalkan pada hari yang sama, yaitu Sara Gibson, Audrey Jesselyn, dan Dara Arafah, belum hadir dan dijadwalkan ulang untuk pemeriksaan pada 12 Juni 2026. Sementara itu, Karin Novilda tidak hadir tanpa keterangan,” jelas Budi.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengatakan penyidik terus mendalami peran berbagai pihak yang terlibat dalam promosi Hanania Travel, termasuk para influencer yang digunakan sebagai bagian dari strategi pemasaran perusahaan.
Menurut Iman, hingga saat ini sebanyak 70 saksi telah diperiksa. Mereka terdiri atas korban, pihak internal perusahaan, hingga pihak-pihak yang terkait dalam promosi dan pelaksanaan perjalanan umrah.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 70 orang saksi, baik korban maupun pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan promosi dan pelaksanaan perjalanan umrah,” ujarnya.
Penyidik masih terus membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban. Jumlah pelapor diperkirakan masih akan bertambah seiring berjalannya proses penyidikan.
Polisi memastikan akan mengusut tuntas kasus tersebut guna mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam rangkaian dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah yang merugikan ratusan calon jemaah.





