jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira, angkat bicara terkait penghancuran sebagian bangunan SDN Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Aksi perobohan itu dilakukan demi proyek Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP.
Andreas menyatakan bahwa para pengelola program tersebut diminta segera memberikan penjelasan. Ia mempertanyakan prioritas antara kepentingan pendidikan dan program koperasi desa.
BACA JUGA: Kelompok Masyarakat Adat Batak Sihite Usul MBG dan KDMP Dievaluasi Total
“Apakah pendidikan itu kurang penting sehingga bangunan sekolah yang menjadi tempat mendidik generasi muda bangsa harus dirobohkan? Apakah Koperasi Desa Merah Putih lebih penting daripada sekolah sehingga bangunan sekolah yang sudah berdiri harus dihancurkan?” ujar Andreas Hugo Pareira dalam pernyataan tertulis yang diterima wartawan pada 9 Juni 2026.
Menurut Andreas, pelaksanaan program KDMP memang merupakan bagian dari program pemerintah. Namun, ia mengingatkan agar program tersebut tidak mengorbankan program pemerintah lainnya, terutama yang berkaitan dengan pendidikan.
BACA JUGA: KDM Usul 70 Persen Pajak Tambang Kembali ke Desa, Ini Alasannya
“Pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan bagian dari program pemerintah. Namun, jangan sampai satu program pemerintah justru ’memotong’ atau mengorbankan program pemerintah lainnya, terlebih yang berkaitan dengan pendidikan,” lanjutnya.
Terkait penghancuran bangunan sekolah di Ende, Andreas meminta pengelola KDMP segera memberikan penjelasan. Tindakan yang kini menuai kecaman luas dari publik itu dinilai menjadi preseden buruk dalam pelaksanaan pembangunan pemerintah.
BACA JUGA: Jurus Misbakhun Ajak Konstituen Sukseskan KDMP & MBG Andalan Presiden
“Perlu ada penjelasan lanjutan dari pelaksana dan pengelola program,” pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang viral di media sosial, terdapat dokumentasi video yang menunjukkan seorang pria berpakaian loreng memotong tiang penyangga ruang kelas. Sebuah ekskavator juga terlihat dipaksa melewati sisi bangunan sekolah. Pagar sekolah tampak hancur setelah diterobos ekskavator. Di belakang bangunan sekolah tersebut direncanakan akan dibangun Koperasi Desa Merah Putih. (tan/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... KDMP Awunio Asal Sultra Sukses Ekspor Perdana 50 Ton Arang Tempurung Kelapa ke Tiongkok
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga



