EESA Summit Indonesia 2026 Dorong Akselerasi Transisi Energi Bersih

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Dalam upaya memperkuat kerja sama internasional serta mendorong penguatan industri dalam negeri, EESA Summit Indonesia 2026 sukses diselenggarakan di Pullman Hotel Thamrin, Jakarta. Acara ini menjadi wadah strategis yang menghubungkan pasar energi Indonesia yang berkembang pesat dengan kemajuan teknologi penyimpanan energi dari Tiongkok.
 
Indonesia, sebagai negara kepulauan, menghadapi tantangan unik dalam integrasi energi terbarukan, khususnya dalam mendukung target peta jalan 100 GW nasional. Untuk menyeimbangkan pasokan energi yang fluktuatif, teknologi energy storage system (ESS) dan microgrid menjadi solusi vital demi menciptakan sistem kelistrikan yang stabil.
 
Agus Riyadi, COO Seven Event sebagai penyelenggara, menegaskan bahwa konferensi ini merupakan jembatan krusial antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan dengan para pelaku industri utama guna mempercepat target transisi energi bersih dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Sesi utama acara menghadirkan Harris, perwakilan dari Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, yang memaparkan arah kebijakan pemerintah terkait aturan investasi serta peta jalan energi nasional.
 
Kehadiran berbagai pakar teknologi dari Tiongkok—seperti perwakilan dari Cornex New Energy, Shenzhen Megarevo, dan Shenzhen Topband—turut memperkaya diskusi dengan berbagi pengalaman mengenai penerapan teknologi cerdas yang sukses di Tiongkok untuk menjawab keterbatasan listrik di daerah terpencil Indonesia.
 
Perhelatan ini juga mengulas isu strategis lainnya, mulai dari arah kebijakan pasar hingga prioritas lokalisasi industri. Pada pembahasan mengenai kebijakan TKDN 2.0 dan strategi Joint Venture, para pakar industri menekankan pentingnya kepatuhan regulasi dalam menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi industri lokal.
 
Topik krusial lainnya mengenai Archipelago Energy Solutions menyoroti strategi pemerintah dalam pemerataan listrik di wilayah kepulauan dan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Mengingat target pembangunan Listrik Desa di 2.065 lokasi pada 2026, inovasi operasional dan model pendanaan menjadi fokus utama.
 
Konferensi ditutup dengan diskusi mengenai skema pendanaan berkelanjutan, di mana Rene Duan, Sekretaris Jenderal EESA, berbagi wawasan tentang model pembiayaan proyek penyimpanan energi skala besar yang relevan bagi pasar Indonesia.
 
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian energi nasional yang berkelanjutan bagi seluruh wilayah kepulauan Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Samsat Keliling Cibinong Hadir Permudah Bayar Pajak Kendaraan Warga Bogor
• 11 jam lalurealita.co
thumb
BREAKING NEWS - Prabowo di Hadapan HIPMI: Kenal Banyak Kader, Ingatkan Tanggung Jawab
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Update Stasiun JIS, KAI: Masuk Tahap Pemeriksaan Standar Pelayanan Minimal
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Iran Minta Pasukan Asing Tinggalkan Selat Hormuz: Risiko Alami Baku Tembak
• 14 jam laludetik.com
thumb
Jung Kyung Ho dan Sooyoung Girls Generation Putus Usai 14 Tahun Pacaran
• 12 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.