JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) dikhawatirkan sejumlah warga akan meningkatkan pengeluaran bahan bakar mereka, terutama yang mengandalkan BBM non-subsidi untuk aktivitas sehari-hari.
Salah seorang pengendara mobil, Alexandra (22), mengaku terkejut dengan kenaikan harga Pertamax yang dinilainya cukup besar.
"Kaget soalnya naiknya gede banget," kata dia saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Rabu.
Baca juga: Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite di SPBU Abdul Muis Jakpus Mengular Hampir 10 Meter
Ia mengaku khawatir pengeluaran rutinnya akan bertambah karena bahan bakar merupakan kebutuhan harian.
Ditambah kenaikan kenaikan harga BBM terjadi di tengah kondisi ekonomi yang ia nilai belum membaik.
"Parah sih, lebih ke takut karena ekonomi juga lagi turun terus salah satu penunjang hidup itu kendaraan dan bensin udah naik. Berarti expense-nya lebih tinggi lagi sedangkan itu daily expense juga," ujarnya.
Baca juga: Purbaya soal Kuota Pertalite Usai Harga Pertamax Naik: Nanya ke Pak Bahlil
Sebelum kenaikan harga, Alexandra menganggarkan biaya BBM sekitar Rp500.000 hingga Rp600.000 per bulan.
Dengan harga baru Pertamax, ia memperkirakan pengeluarannya untuk bahan bakar dapat meningkat hingga mendekati Rp800.000 per bulan.
"Iya nge-budget, Rp500.000 sampai Rp600.000-an lah per bulan. Sekarang mungkin bisa hampir Rp800.000-an," tutur dia.
Kekhawatiran serupa disampaikan Nabil (bukan nama sebenarnya), seorang pengendara sepeda motor.
Baca juga: Antrean Pertalite di SPBU Jakbar Mengular Usai Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 Per Liter
Ia mengaku kenaikan harga Pertamax akan berdampak signifikan terhadap biaya transportasi yang harus dikeluarkannya setiap bulan.
"Naik signifikan banget bagi pengguna kendaraan pribadi untuk sehari-hari kaya saya buat berangkat kerja. Jujur sangat kaget ternyata naiknya segitu," ujar dia kepada Kompas.com, Rabu.
Sebelum kenaikan harga, ia mengalokasikan sekitar Rp500.000 per bulan untuk kebutuhan bahan bakar.
Baca juga: Daftar Harga BBM Terbaru per 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp 16.250
"Dengan naik di harga 16.250, hampir menyentuh sekitar Rp 115.000 sampai 120.000 (sekali isi), soalnya kapasitas motor saya 7,1 liter. Sekarang belum hitung pastinya, tapi kayanya bakal hampir sampai sekitar Rp1 juta sebulan," katanya.
Meski begitu, Nabil tidak berencana berpindah ke Pertalite karena takut kendaraan motornya justru rusak jika diisi bahan bakar yang tidak sesuai.
"Saya engga mau kendaraan kesayangan saya rusak karena pakai bahan bakar yang enggak sesuai standar," tambah dia.
Baca juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250, Pengendara Motor Kurangi Nongkrong dan Rokok
Ia menambahkan, seharusnya pemerintaah mempertimbangkan kondisi ekonomi yang sedang dihadapi warga sebelum membuat kebijakan kenaikan harga Pertamax.
"Sebagai rakyat biasa pastinya udah hopeless banget. Sebagai middle class selalu jadi korban dan dipaksa untuk menghargai kebijakan mereka yang bikin sulit. Saya cuman mau mereka ikut merasakan aja apa yg kita rasain sebelum mengeluarkan kebijakan," tambah Nabil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




