Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat dipenuhi orang tua siswa yang mengeluhkan berbagai persoalan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 sejak Senin kemarin. Kisruh PCMB itu berujung Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Disdik Jabar, Suhendar dicopot.
Dilansir detikJabar, hari terakhir PCMB dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 Jawa Barat diwarnai gelombang keluhan masyarakat. Sejak Senin (8/6/2026) siang. Puluhan orang tua siswa mencari kejelasan terkait berbagai kendala teknis dalam proses pendaftaran.
Keluhan yang muncul cukup beragam, mulai dari akun calon murid yang tak kunjung terverifikasi hingga kebingungan peserta yang gagal lolos seleksi Sekolah Maung dan harus melanjutkan pendaftaran melalui jalur reguler.
Salah satu orang tua yang mengaku kebingungan adalah Suheli Syarif, warga Coblong, Kota Bandung. Putranya sebelumnya mengikuti seleksi Sekolah Maung dengan pilihan SMAN 5 Bandung, namun dinyatakan tidak lolos saat pengumuman hasil seleksi pada Senin pagi.
Masalah muncul ketika ia hendak melanjutkan proses pendaftaran ke jalur reguler melalui PCMB. Hingga siang hari, akun yang dibutuhkan untuk mengakses sistem tersebut belum bisa digunakan.
"Sebelumnya anak saya daftar Sekolah Maung di SMAN 5. Setelah tidak lolos, kami harus masuk ke PCMB. Tapi sampai sekarang kami tidak bisa login," kata Suheli saat ditemui di Kantor Disdik Jabar.
Dedi Mulyadi Copot Kepala Tikomdik Disdik JabarKeputusan pemecatan Suhendar itu diambil setelah Dedi turun langsung ke menemui para orang tua siswa, serta meminta penjelasan dari tim pengelola sistem pendaftaran yang dinilai menjadi sumber berbagai kendala dalam pelaksanaan PCMB.
"Betul. Kepala UPTD Tikomdik untuk sementara dinonaktifkan dulu," kata Dedi dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dedi terlihat mempertanyakan kapasitas dan kompetensi pihak yang bertanggung jawab terhadap sistem teknologi informasi SPMB.
"Anda ngerti nggak bidang ini? Anda latar belakangnya apa? Siapa yang merekomendasikan anda di bidang ini?" kata Dedi kepada Suhendar kemarin.
Menurut Dedi, sejak awal Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan kebijakan bahwa seluruh aplikasi pemerintahan harus dibangun dan dikelola secara terintegrasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat. Karena itu, ia menilai tidak seharusnya perangkat daerah mengembangkan sistem aplikasi secara terpisah.
Sebagai langkah penanganan cepat, pengelolaan sistem SPMB kini dialihkan ke Diskominfo Jawa Barat. Dedi juga menunjuk Kepala Bidang e-Government Diskominfo Jabar, Mark Aditya, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPTD Tikomdik.
"Ditangani dulu (Diskominfo) sampai ada definitif pejabat baru," katanya.
Baca selengkapnya di sini dan di sini
Lihat juga Video 'Wacana Dedi Mulyadi: Pajak Kendaraan Dihapus, Diganti Jalan Berbayar!':
(idh/imk)





