EtIndonesia.com Metode pemadaman kebakaran tradisional umumnya mengandalkan penggunaan air dalam jumlah besar. Namun, baru-baru ini sebuah perusahaan di Amerika Serikat mencoba pendekatan yang berbeda: bisakah api dipadamkan tanpa menggunakan air sama sekali?
Jawabannya adalah dengan memanfaatkan gelombang suara untuk menekan dan memadamkan api.
Teknologi ini dikembangkan oleh perusahaan Amerika, Sonic Fire Tech. Prinsip kerjanya bukan meniup api hingga padam menggunakan suara, melainkan memanfaatkan getaran gelombang suara berkecepatan sangat tinggi untuk menciptakan semacam “dinding tak kasat mata” di sekitar api.
Gelombang suara tersebut mendorong molekul oksigen menjauh dari bahan bakar yang terbakar, sehingga pasokan oksigen terputus dan api akhirnya padam.
Dari video demonstrasi yang ditampilkan, teknologi pemadaman menggunakan suara ini terlihat cukup efektif dan mudah diamati hasilnya. Saat ini, teknologi tersebut terutama ditujukan untuk menangani kebakaran kecil di sekitar area perumahan.
Menurut penjelasan perusahaan, sistem pemadam berbasis suara dapat dipasang di atap atau di dalam pipa logam yang ditempatkan di bawah tepian atap rumah. Ketika sensor mendeteksi munculnya api, motor listrik akan menggerakkan piston untuk menghasilkan gelombang suara, membentuk medan infrasonik yang berfungsi memadamkan api sekaligus mencegahnya menyala kembali.
Perusahaan menyebutkan bahwa teknologi baru ini mampu memadamkan api dari jarak sekitar 25 kaki (sekitar 7,6 meter). Dengan demikian, api dapat dipadamkan sejak dini sebelum sempat menyebar lebih luas.
Meski terdengar seperti teknologi dalam film fiksi ilmiah, perangkat terkait kini telah memasuki tahap pengujian.
Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan alat pemadam kebakaran portabel berbentuk ransel yang menggunakan gelombang suara. Perangkat ini dirancang untuk membantu petugas pemadam kebakaran memadamkan bara api yang masih tersisa setelah kebakaran hutan.
Tentu saja, apakah teknologi ini nantinya dapat diterapkan secara luas masih bergantung pada berbagai faktor, seperti biaya, jangkauan perlindungan, dan kestabilan sistem. Namun, teknologi pemadaman api yang tidak membutuhkan setetes air pun ini menawarkan arah baru yang menjanjikan bagi sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran di masa depan. (***)
Sumber : NTDTV.com





