Ketua Komisi XI DPR Duga Banyak Orang Akan Beralih ke Pertalite Imbas Harga Pertamax Naik

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi XI DPR Misbakhun mengatakan, orang-orang pasti akan mencari BBM yang harganya lebih rendah, yakni Pertalite, usai harga Pertamax naik jadi Rp 16.250.

"Pasti, orang kan begitu harga naik, orang kan mencari harga yang paling rendah. Untuk kalkulasinya, itu kan belum kita lakukan exercise-nya. Lebih dalam, sudah dilakukan penghitungan-penghitungan, nanti akan kita lihat impact-nya seperti apa," ujar Misbakhun di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Pemerintah Tidak Bisa Diharapkan, Keluh Driver Ojol yang Terpukul Kenaikan Pertamax

Misbakhun mengungkit, pemerintah sebenarnya sudah melakukan penundaan kenaikan harga Pertamax, sehingga yang naik lebih dulu adalah BBM jenis Pertamax Turbo dan lain-lain.

Berhubung kini terjadi kenaikan BBM lagi, Misbakhun meyakini pasti akan ada kenaikan inflasi pula.

"Berapa persennya, 0 sekiannya itu kita belum tahu. Karena kan Pertamax ini kan lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Bukan BBM industri yang biasanya memberikan tekanan yang paling berat itu kan adalah BBM industri," jelasnya.

Baca juga: BBM Naik Lagi! Pertamax Rp 16.250, Warga Bekasi Mulai Hemat Ketat

Lalu, terkait apakah pemerintah akan memberikan stimulus ke masyarakat imbas kenaikan BBM, Misbakhun menyebut masih dirumuskan.

"Sudah didiskusikan, sedang lagi dilakukan upaya penghitungan apa yang nanti menjadi stimulus atau insentif sektor. Yang pasti biasanya masyarakat yang menggunakan Pertamax itu kan masyarakat-masyarakat yang berimpitan dengan Pertalite. Nah kita ingin pastikan apa sih yang mereka butuhkan sebagai stimulus," imbuh Misbakhun.

Baca juga: Ini Alasan Harga Pertamax di Sumbar Rp 17.000 per Liter, Salah Satu yang Tertinggi di Indonesia

Diketahui, daftar harga BBM terbaru per 10 Juni 2026 mengalami perubahan setelah Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green.

Kenaikan harga berlaku mulai Rabu (10/6/2026) di seluruh wilayah pemasaran Pertamina.

Berdasarkan keterangan resmi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) kini menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax Green 95 (RON 95) naik menjadi Rp 17.000 per liter dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.

Baca juga: Dampak Kenaikan Harga Pertamax di Bondowoso, Warga Mulai Migrasi ke Pertalite demi Bertahan Hidup

Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku mulai 10 Juni 2026:

Pertalite: Rp 10.000 per liter

Biosolar: Rp 6.800 per liter

Pertamax: Rp 16.250 per liter

Pertamax Green 95: Rp 17.000 per liter Green 95: Rp 17.000 per liter

Pertamax Turbo: Rp 20.750 per liter

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dexlite: Rp 23.000 per liter

Pertamina Dex: Rp 24.800 per liter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPK BSI (BRIS) Tembus Rp382 Triliun hingga April 2026
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenperin ajukan tambahan anggaran Rp1,59 triliun untuk 2027
• 8 menit laluantaranews.com
thumb
Infografis Harga BBM Pertamina Per 10 Juni 2026
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Potret Akrab Seskab Teddy dengan Luhut, Ada 7 Poin yang Dibahas dengan Presiden Prabowo
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Prof Nuh Sebut Peran Kepala Sekolah Jadi Kunci Keberhasilan Sekolah Rakyat
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.