183 Sekolah Rakyat Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026, Tampung 45.000 Siswa

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menargetkan sebanyak 183 Sekolah Rakyat dapat beroperasi hingga akhir 2026 dan mampu menampung 45.000 siswa keluarga miskin dan miskin ekstrem.

"Perkembangan jumlah dan infrastruktur. Dari 166 Sekolah Rakyat rintisan di tahun 2025/2026, kini hingga akhir 2026 insyaallah menjadi 183 unit beroperasi pada tahun 2026/2027," ujar Saifullah dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (10/6/2026).

183 Unit sekolah rakyat itu rencananya terdiri dari 80 sekolah rakyat rintisan, 93 sekolah rakyat permanen, dan 10 sekolah rakyat rintisan tambahan. Lokasinya ada di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Baca juga: Mensos Usul Tambah Rp 22,49 T agar Bansos hingga Sekolah Rakyat Lancar

Dia menjelaskan, pemerintah saat ini masih terus mengebut pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat.

Sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen ditargetkan selesai dibangun pada bulan ini.

"Kemudian pembangunan 93 titik SR permanen ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026 dan siap operasional pada 14 Juli tahun 2026," jelas dia.

Baca juga: Mensos: 93 Gedung Permanen Sekolah Rakyat Dibangun, Tahun Depan 100 Unit

Menurut Saifullah, penambahan jumlah Sekolah Rakyat akan meningkatkan jumlah peserta didik yang dapat mengakses program tersebut.

"Calon siswa pada tahun 2026 mencapai 32.640 orang sehingga total siswa yang bersekolah di Sekolah Rakyat tahun ini, tahun 2026, lebih dari 45.000 siswa," kata dia.

Rencana tahun depan

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan pengembangan Sekolah Rakyat pada tahun depan.

Pada 2027, jumlah siswa ditargetkan meningkat hingga lebih dari 100.000 orang.

"Untuk tahun 2027 nanti kita akan menambah lagi jumlah siswa yang mencapai lebih dari 100.000 siswa dengan SD 31.000 lebih, SMP 34.000 lebih siswa, SMA 36.000 lebih siswa. Kebutuhan guru sebanyak 16.754 orang, kepala sekolah 498 orang, tenaga kependidikan 19.460 orang," tutur Saifullah.

Saifullah menambahkan, pemerintah tidak hanya memperluas jangkauan pendidikan, tetapi mulai mencatat capaian program Sekolah Rakyat. Hingga kini, sebanyak 59 Sekolah Rakyat telah terakreditasi.

Kemudian, sebanyak 453 siswa akan lulus dari Sekolah Rakyat pada 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 329 lulusan SD, 113 lulusan SMP, dan 11 lulusan SMA.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dari 11 lulusan SMA itu, lima orang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sedangkan empat lainnya memilih menjadi pekerja terampil.

"Ini adalah lulusan pertama Sekolah Rakyat dan menjadi tonggak bersejarah," pungkas Saifullah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhut umumkan kelahiran anak gajah di TN Tesso Nilo
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Hasil FIFA Matchday 2026: Timnas Indonesia Menang Lagi, Catatkan Cleansheet Ketiga dari Empat Laga di Era John Herdman
• 20 jam lalubola.com
thumb
Video: Israel Serang Kota Pelabuhan Bersejarah di Lebanon
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Di Hadapan Pasis Sesko TNI, Gubernur Bobby Tekankan Pentingnya Mitigasi Ancaman Megathrust
• 20 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.