Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pengalamannya menggunakan kendaraan taktis Maung buatan PT Pindad yang menurutnya masih memiliki sejumlah kekurangan. Namun, Prabowo menegaskan tetap memilih menggunakan produk dalam negeri sebagai bentuk nasionalisme.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Lampung, Rabu (10/9).
Prabowo mengawali ceritanya dengan mengaku sempat mendengar pembicaraan anak buahnya yang membahas harga mobil. Namun, sebagai kepala negara, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan teladan dengan menggunakan kendaraan produksi nasional.
"Ini berapa hari yang lalu saya dengar pembicaraan di antara anak buah saya. Mereka tanya, ‘eh harga mobil ini berapa ya? Harga mobil itu berapa ya?’" kata Prabowo.
"Saya pikir wah aku sudah nggak bisa lagi nanya-nanya seperti itu. Suka tidak suka karena saya Presiden saya harus kasih contoh, saya harus pakai mobil buatan anak-anak Indonesia," lanjutnya.
Prabowo memahami bahwa Maung merupakan produk yang masih relatif baru sehingga kualitasnya belum dapat dibandingkan dengan kendaraan merek-merek internasional yang telah lebih lama berkembang.
"Jadi, jadi saya mengerti ini kan mobil baru satu dua tahun kita bangun iya kan, yang namanya suatu yang baru ya mungkin tidak sebagus kalau saya pakai BMW atau Mercedes ya kan," ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu kemudian menceritakan pengalamannya saat tertidur di dalam mobil ketika hujan deras turun. Saat terbangun, ia mendapati air masuk ke dalam kendaraan tersebut.
"Nah, suatu saat saya ini suka tidur di mobil ya. Saya suka tidur di mobil jadi satu saat saya lagi tidur di mobil, tahu-tahu karena hujan keras di luar saya tidur, tek-tek, saya bangun rupanya bocor," ucap dia.
"Ya namanya baru ya kan. Ya aku kirim kembalilah ke ini kan buatan Pindad. Aku bilang ‘eh Pindad, tolonglah bocornya dikurangi gitu loh’," katanya.
Tak hanya itu, Prabowo juga mengaku pernah merasakan kondisi kendaraan yang berguncang saat digunakan di medan pegunungan. Meski demikian, ia menegaskan hal tersebut tidak mengurangi komitmennya untuk tetap memakai Maung sebagai bentuk dukungan terhadap industri nasional.
"Abis itu pakai mobil ya naik gunung, gredak-gredak. Tapi, ‘gredak’ enggak apa-apa. Demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini," pungkas Prabowo.





