Artan mengaku kecewa berat karena mimpinya menjadi pengadil lapangan di turnamen terbesar dunia hancur. Menurut Artan, menjadi wasit di Piala Dunia adalah impian semua wasit ketika mereka memulai kariernya. Baca juga: Piala Dunia 2026 Segera Dimulai! Ini 8 Negara yang Dijagokan Angkat Trofi "Saya sangat kecewa. Saya cuma wasit yang mencoba mewujudkan mimpi, mimpi terbesar saya, untuk menjadi wasit di Piala Dunia. Saya punya semua dokumen. Saya juga punya visa yang tepat," kata Artan dikutip dari AFP. Diklaim Punya Asosiasi dengan Organisasi Teroris Di sisi lain, Ketua Satuan Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, Andrew Giuliani, membela keputusannya untuk tidak memberi visa bagi Artan. Giuliani bersikeras bahwa Artan memiliki asosiasi dengan organisasi teroris sehingga menerbitkan visanya disebut mustahil. Baca juga: Piala Dunia 2026 Belum Sold Out? Hampir 180 Ribu Tiket Masih Tersedia Jelang Kick-off "Sudah 35 tim yang masuk ke Amerika Serikat dan tidak ada pemain atau pelatih yang dilarang masuk. Kami mencoba menghalangi orang yang bermasalah untuk masuk ke Amerika Serikat dengan alasan Piala Dunia," ujar Giuliani. Bukan Masalah Visa Pertama Ini bukan pertama kalinya AS gagal menerbitkan visa untuk partisipan Piala Dunia 2026. Sebelumnya, AS juga tak menerbitkan visa untuk 15 ofisial Iran karena mereka dianggap terasosiasi dengan organisasi teroris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





