JAKARTA, DISWAY.ID - Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin menjerit.
Salah satunya, Santi, pelaku UMKM pedagang warung makanan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Bagaimana tidak menjerit, kenaikan harga bahan pangan yang menjadi modal utama usahanya telah terjadi sebelum harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax naik hingga mencapai Rp16.250 per liter.
Mirisnya, naiknya komoditas pangan terjadi sebelum naiknya harga BBM jenis Pertamax yang saat menyentuh harga Rp.16.250 per liter per hari ini.
BACA JUGA:Harga Pertamax Naik, Ojol Mengeluh: Pendapatan Bersih Tinggal Rp15 Ribu
"Sebelum BBM naik juga udah pada naik (harga komoditas pangan)," katanya saat ditemui Disway.id, Rabu, 10 Juni 2026.
Berdasarkan pantau pasar dekat warung makan ibu Santi. Saat ini, beberapa komoditas yang digunakan untuk kebutuhan warung makan mengalami kenaikan harga.
Minyak goreng MinyaKita ukuran 2 liter dijual sekitar Rp45.000.
BACA JUGA:Harga Pertamax Naik, Warteg Mulai Diserbu Pemburu Paket Makan Hemat Rp10 Ribu
Sementara harga cabai rawit merah mencapai Rp112.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp86.000 per kilogram, dan cabai keriting merah Rp50.000 per kilogram.
Selain itu, harga daging ayam juga berada di kisaran Rp33.000 hingga Rp55.000 per kilogram, tergantung ukuran dan kualitas.
Santi mengaku khawatir dengan adanya kenaikan BBM jenis Pertamax. Sebab, jika itu terjadi ia terpaksa menaikan harga jualannya.
BACA JUGA:Purbaya: Pertamax Bukan BBM Angkutan Barang, Tak Akan Berdampak Signifikan pada Inflasi
Menurutnya, menaikkan harga jual merupakan pilihan yang lebih realistis dibandingkan mengurangi porsi atau kuantitas makanan yang dijual.
"Saya pilih naikan harga kalau ada kenaikan harga bahan pokok lagi," ucapnya.
- 1
- 2
- »





