Jambi: Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi menyiagakan 82 pos penanganan karhutla tersebar di sejumlah daerah rawan pada 2026. Pos tersebut untuk mengantisipasi terjadinya karhutla.
"Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau yang akan masuk dalam waktu dekat ini di Provinsi Jambi untuk itu kita siagakan 82 pos penanganannya," kata Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin di Jambi Rabu usai apel siaga karhutla di Jambi, Rabu, 10 Juni 2026, melansir Antara.
Kesiapan para personel dan sarana prasarana ditunjukkan dalam apel gelar pasukan Siaga Darurat Karhutla di Makorem 042/Garuda Putih Jambi. Apel tersebut pimpinan Gubernur Jambi Al Haris.
Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin bersama kapolda dan gubernur usai Apel Siaga Karhutla 2026 di Makorem Jambi, Rabu (10/6/2026). ANTARA/Nanang Mairiadi
Gubernur Jambi yang juga Ketua Satgas Karhutla Jambi Al Haris bersama danrem dan Kapolda Jambi melakukan pemeriksaan peralatan pemadaman serta kendaraan operasional yang akan digunakan di lapangan.
Danrem Gapu yang juga Ketua Harian Satgas Karhutla Jambi Nyamin Jambi mengatakan 82 pos penanganan karhutla akan ditempatkan di berbagai lokasi yang memiliki potensi tinggi kebakaran hutan. Sejumlah pos di antaranya di Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, dan Tanjung Jabung Timur.
"Setelah pelaksanaan apel gelar pasukan siaga darurat karhutla di Makorem 042/Garuda Putih Jambi, ratusan personel gabungan akan langsung disebar ke sejumlah wilayah rawan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan dini,” jelas dia.
Para personel yang diterjunkan terdiri atas unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta instansi terkait lainnya yang tergabung dalam Satgas Karhutla Provinsi Jambi. Mereka akan bersiaga selama musim kemarau untuk memastikan respons cepat jika ditemukan titik api.
Baca Juga :
Bukit Sempana di Kaki Gunung Rinjani Terbakar, Pendakian Dihentikan Sementara“Pos-pos ini bukan hanya untuk pemadaman. Fungsi utamanya pencegahan. Personel akan rutin patroli, sosialisasi ke masyarakat, dan memastikan tidak ada aktivitas pembakaran lahan,” ujar dia.
Setiap pos juga dilengkapi peralatan dasar pemadaman, seperti pompa punggung, selang, mesin pompa air, serta kendaraan roda dua dan roda empat untuk mobilitas cepat.
Pemerintah Provinsi Jambi sebelumnya telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla menyusul prediksi BMKG bahwa puncak musim kemarau di Jambi terjadi pada Juni hingga September 2026.
Berdasarkan data satgas karhutla, luas lahan terbakar di Jambi pada 2025 mencapai 1.247 hektare. Dengan diaktifkan 82 pos dan penempatan ratusan personel gabungan di berbagai lokasi rawan, diharapkan upaya pencegahan serta penanganan karhutla di Provinsi Jambi dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.




