Grid.ID – Di balik kemewahan dan kesuksesannya sebagai presenter sekaligus pebisnis, Ruben Onsu menyimpan duka mendalam terkait hubungannya dengan anak-anaknya usai cerai dari Sarwendah. Ruben mengaku merasa menjadi orang asing buat kedua buah hatinya, Thalia dan Thania Putri Onsu.
Diketahui, Ruben mengaku kesulitan untuk mendapat akses bertemu dengan kedua putrinya. Bahkan sebuah pesan singkat dari Ruben di bulan April baru mendapatkan balasan sebulan kemudian, yakni di bulan Mei.
Kenyataan pahit ini diungkapkan oleh kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang. Menurutnya, kondisi ini membuat Ruben merasa seperti orang asing di kehidupan darah dagingnya sendiri.
Tembok Komunikasi yang Begitu Tebal
Minola Sebayang menjelaskan bahwa Ruben terus berupaya menjalin komunikasi rutin, namun respons yang didapat sangatlah mengecewakan. Keterlambatan balasan pesan hingga berbulan-bulan menjadi bukti nyata betapa renggangnya hubungan emosional yang kini terjadi.
"Bagaimana kita bisa bilang komunikasinya intens? Chatting ayahnya di bulan April, baru dibalas di bulan Mei. Bayangkan perasaan seorang ayah yang ingin tahu kabar anaknya, tapi harus menunggu sebulan untuk mendapatkan balasan," ujar Minola saat dihubungi via zoom, Rabu (10/6/2026).
Kondisi ini diperparah dengan sulitnya Ruben mendapatkan waktu untuk bertemu atau sekadar menginap bersama anak-anaknya. Alasan "anak-anak sibuk" selalu menjadi penghalang, padahal Ruben melihat anak-anaknya justru aktif melakukan siaran langsung (live) TikTok hingga larut malam.
Kehilangan Kepercayaan Diri untuk Bertemu
Hambatan komunikasi yang terjadi dalam waktu lama ternyata berdampak pada psikologis Ruben. Minola membeberkan bahwa Ruben kini mulai merasa tidak percaya diri untuk menemui anak-anaknya karena merasa suasana sudah menjadi sangat kaku dan canggung.
"Ruben sendiri sekarang kurang percaya diri untuk bertemu dengan anaknya. Kenapa? Karena mungkin sudah mulai kaku. Waktu yang begitu lama tidak bertemu membuat hubungan itu terasa berjarak," tambah Minola.
Ruben merasa heran bagaimana anak-anaknya bisa berubah drastis dalam waktu singkat, seolah tidak lagi memiliki kedekatan emosional dengannya.
Fakta yang lebih menyesakkan adalah Ruben tetap memenuhi kewajibannya sebagai ayah dengan sangat luar biasa. Ia diketahui menggelontorkan dana hingga Rp200 juta per bulan untuk biaya sekolah dan nafkah anak-anaknya. Namun, tanggung jawab finansial yang fantastis ini tidak berbanding lurus dengan akses emosional yang ia dapatkan.
Ruben bahkan merasa kehadirannya sebagai ayah tidak lagi dihargai. Ia tidak dilibatkan dalam momen penting seperti kelulusan (graduation) atau diskusi mengenai ulang tahun anak.
"Masa membayari biaya anak tapi merasa tidak pernah punya anak? Karena tidak pernah dipertemukan, tidak diajak rundingan dalam acara-acara penting. Ini yang membuat Ruben sangat sedih dan kecewa," ungkap Minola.
Pemicu Kemarahan, Lihat Anak di Live TikTok
Puncak kesedihan Ruben pecah ketika melihat cuplikan live TikTok di mana putrinya, Thalia, tampak enggan membahas ayahnya dan menyebut pertanyaan tentang sang ayah sebagai hal yang tidak penting. Ruben menduga kuat ada pengaruh atau doktrin dari orang dewasa di sekitar anak yang sengaja menjauhkan mereka secara emosional.
"Reaksi anak kecil yang normal, jika ditanya soal ayahnya, pasti rindu. Tapi di sini reaksinya justru tidak ada empati. Berarti ada pengaruh yang dibangun oleh lingkungan di sekitarnya," tegas Minola.
Menuju Gugatan Hak Asuh
Merasa tidak lagi memiliki akses komunikasi yang sehat dan khawatir akan perkembangan mental anak-anaknya, Ruben Onsu kini mempertimbangkan langkah ekstrem. Ia mulai memikirkan untuk menggugat hak asuh anak secara hukum demi menyelamatkan masa depan dan karakter buah hatinya.
"Keyakinan untuk mengambil hak asuh itu semakin kuat. Ruben tidak ingin anak-anaknya terus berada di lingkungan yang menurutnya tidak sehat bagi perkembangan karakter mereka," tutup Minola. (*)
Artikel Asli




