Harga Pertamax Naik, Warga Ramai-Ramai Beralih ke Transportasi Umum?

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kenaikan harga Pertamax yang mencapai hampir Rp4.000 per liter per hari ini, Rabu (10/6/2026), dinilai menjadi momentum untuk semakin mendorong masyarakat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum. 

Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan, kenaikan harga BBM nonsubsidi semestinya menjadi pemicu perubahan pola mobilitas masyarakat. 

Menurutnya, kondisi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi pemerintah untuk mempercepat penyediaan transportasi umum yang layak dan terjangkau.

"Iya harusnya dengan kenaikan harga Pertamax semakin mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum dan mendorong pemerintah menghadirkan fasilitas transportasi umum itu sendiri," kata Djoko kepada Bisnis, Rabu (10/6/2026). 

Menurut dia, dukungan terhadap transportasi umum tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan juga pemerintah daerah. 

Saat ini, tercatat terdapat 42 pemerintah daerah yang telah mengalokasikan APBD untuk menyelenggarakan angkutan umum modern melalui skema buy the service (BTS).

Baca Juga

  • Toyota Was-Was Penjualan Mobil Merosot Usai Harga BBM Pertamax Naik
  • YLKI Soroti Kenaikan Harga Pertamax Mendadak, Minta Transparansi Formula BBM
  • Pertamina Ungkap Alasan Naikkan Harga BBM Pertamax per 10 Juni

Bahkan, Pemerintah Kota Pekanbaru, Semarang, dan Batam telah menerbitkan peraturan daerah yang mengunci alokasi khusus APBD untuk subsidi angkutan umum.

Djoko menilai pemerintah pusat perlu memberikan dukungan lebih besar kepada daerah yang telah berkomitmen mengembangkan layanan transportasi publik. Bentuk dukungan tersebut dapat berupa bantuan armada angkutan umum baru.

Menurutnya, alokasi anggaran subsidi yang selama ini diarahkan untuk program lain dapat dimanfaatkan untuk memperluas layanan transportasi publik di berbagai kota.

Sementara terkait rencana subsidi motor listrik dengan kuota awal 100.000 unit yang setara anggaran sekitar Rp500 miliar, dengan nilai yang sama, pemerintah dapat membangun layanan angkutan umum di sekitar 10 kota.

"Jika mengacu pada anggaran BTS, dana Rp500 miliar bisa digunakan membenahi 10 kota. Satu kota dapat membangun tiga sampai lima koridor angkutan umum dengan masing-masing koridor delapan sampai 10 armada bus," ujarnya.

Djoko menilai perluasan transportasi umum tersebut akan memberikan dampak yang lebih luas terhadap pengurangan konsumsi BBM sekaligus mendorong perubahan pola perjalanan masyarakat.

Di sisi lain, kenaikan harga Pertamax mulai memengaruhi pertimbangan sebagian pengguna kendaraan pribadi.

Ryan (28) pekerja swasta di Jakarta Pusat, mengaku terkejut dengan kenaikan harga Pertamax yang diumumkan mendekati tengah malam dan terjadi dalam nominal yang cukup besar.

"Cukup mengagetkan karena kenaikan harga terjadi pada waktu hampir tengah malam. Lebih kaget lagi karena kenaikan harganya cukup tinggi, hampir Rp4.000 per liter," katanya.

Meski kendaraannya dapat menggunakan Pertalite, Ryan mengaku tidak berencana beralih ke BBM bersubsidi. Selain mempertimbangkan spesifikasi kendaraan, dia menilai Pertalite sebaiknya digunakan oleh masyarakat yang lebih membutuhkan.

Sebagai langkah penyesuaian, dia memilih mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memangkas pengeluaran dari pos belanja lain.

"Akan lebih hemat saja. Selain itu, mobilisasi menggunakan motor juga akan dikurangi," ujarnya.

Ryan mengaku mulai mempertimbangkan penggunaan transportasi umum maupun sepeda untuk aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, Surya (27), yang telah beralih menggunakan motor listrik mengaku kenaikan harga BBM tidak memberikan dampak berarti terhadap kegiatan sehari-harinya. 

Terlebih untuk kebutuhan perjalanan kerja, biaya pengisian daya motor listrik yang digunakannya hanya sekitar Rp70.000 per bulan. 

Menurut dia, keberadaan jaringan penukaran baterai yang semakin luas di wilayah Jakarta dan sekitarnya turut membuat penggunaan motor listrik semakin praktis.

"Enggak perlu pusing antre di SPBU, jadi hemat waktu juga," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
De La Fuente Buka Suara Soal Kondisi Trio Spanyol jelang Piala Dunia 2026
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Jaga Jakarta On The Spot, Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Serap Curhat Warga
• 19 jam laludetik.com
thumb
Klarifikasi Ibunda Ratu Sofya: HAS Pictures Sudah Lunasi Seluruh Pembayaran
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Video: LPS: Edukasi Keuangan Tak Boleh Eksklusif, Harus Membumi
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Lift JPO Lenteng Agung Rusak Diprotes Warga
• 9 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.