Sampah Organik Bisa Jadi Produk Bernilai Ekonomi

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sampah organik yang selama ini kerap berakhir di tempat pembuangan ternyata dapat diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat. Melalui pengelolaan yang sederhana, sisa kulit buah dan potongan sayur tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga memiliki nilai guna bahkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Kesadaran tersebut mulai diperkenalkan kepada pelajar melalui berbagai program pengelolaan sampah berbasis sekolah. Salah satunya dilakukan Allianz Indonesia melalui program Eco Enzyme yang mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga
  • Inspiratif, TPST Ini Sulap Sampah Jadi Lapangan Kerja dan Sumber Ekonomi Warga
  • Belajar dari Komunitas, Legislator PAN Didorong Benahi Permasalahan Sampah di Daerah
  • Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan

Ketua Yayasan Allianz Peduli Ni Made Daryanti mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan konsistensi dan pembiasaan yang dimulai dari lingkungan terdekat.

"Melalui program Eco Enzyme, kami ingin mendorong masyarakat, termasuk komunitas sekolah, untuk melihat bahwa sampah organik memiliki nilai guna ketika dikelola dengan tepat," ujar Ni Made dalam keterangannya yang dikutip Rabu (10/6/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Program tersebut telah dijalankan sejak 2022 dan terus dikembangkan. Pada tahun ini, fokus kegiatan diarahkan pada pemanfaatan hasil fermentasi sampah organik menjadi produk yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi.

Di dua sekolah dasar negeri di Jakarta, yakni SDN Rawamangun 02 dan SDN Pondok Kopi 02, para guru, siswa, dan orang tua diajak mengumpulkan kulit buah serta sisa sayuran untuk difermentasi selama tiga bulan menjadi cairan Eco Enzyme.

Hasil fermentasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai cairan pembersih lantai, pencuci piring, penghilang bau, pengusir serangga, hingga pupuk tanaman.

Tidak hanya itu, ampas hasil fermentasi yang biasanya dibuang juga diolah menjadi produk lain seperti bantal terapi dan pengharum ruangan alami. Bantal terapi dibuat dari ampas fermentasi yang dimanfaatkan sebagai alternatif kompres alami sekaligus aromaterapi. Sementara itu, pengharum ruangan dibuat dari ampas yang telah dikeringkan dan dikemas dalam kantong kain.

Menurut Ni Made, pendekatan tersebut bertujuan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik tidak harus rumit. Dengan edukasi dan praktik yang sederhana, masyarakat dapat mengurangi sampah sekaligus memperoleh manfaat dari hasil pengolahannya.

Program ini juga melibatkan seluruh ekosistem sekolah, mulai dari guru, siswa, komite sekolah, hingga orang tua. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk membangun kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dini agar dapat berlanjut di lingkungan keluarga.

Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mendorong pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber. Melalui pembiasaan di sekolah, budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab diharapkan dapat tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kabar Terbaru Pecatan MU, Ruben Amorim
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 10 Juni 2026
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda
• 12 jam laluerabaru.net
thumb
NasDem Terima Kunjungan JALA PRT, Apresiasi Pengesahan UU PPRT
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polri Bakal Bangun ‘Satu Data Polri’: AI Untuk Prediksi Gangguan Kamtibmas
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.