Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto bercerita bahwa dirinya kaget mengetahui kelompok masyarakat miskin harus membayar bunga kredit untuk usahanya hingga 24%. Bunga tersebut lebih tinggi dari bunga kredit yang diberikan kepada pengusaha besar.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Munas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVIII di Lampung pada Rabu (10/6/2026).
Prabowo awalnya menjelaskan bahwa HIPMI mestinya bisa menganalisis fakta bahwa Indonesia merupakan negara kaya, akan tetapi banyak rakyatnya yang hidup sangat susah.
"Masalahnya adalah menurut keyakinan saya bahwa kita telah meninggalkan sendi-sendi yang paling penting yaitu sendi rancang bangun bangsa," ujarnya.
Menurutnya, perekonomian Indonesia sebenarnya disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.
"Namun, yang dibesarkan adalah konglomerasi. Saya kaget, saya memang bener disebut saya memang bukan ahli keuangan. Tapi saya kaget, waktu saya kampanye saya berurusan dengan ibu-ibu yang ikut super mikro Mekaar ya, mereka rata-rata bayar bunga itu 24%," ujar Prabowo.
Baca Juga
- BI Rate Naik ke 5,50%, Apindo Waspadai Lonjakan Biaya Kredit UMKM hingga KPR
- Kredit UMKM Seret, Pelaku Usaha Pilih Bertahan Sambil Siapkan Investasi
- Dana Ekspor SDA Masuk Himbara, Danantara Sebut Kredit UMKM-KPR Bisa Terdorong
Sementara, pengusaha-pengusaha besar meminjam uang dari bank mendapatkan bunga hanya 9%-10%.
"Bagaimana orang miskin bayar bunga lebih tinggi daripada pengusaha besar?," tanya Prabowo.
Alhasil, menurutnya kejanggalan-kejanggalan itu coba diluruskan. Prabowo meyakini bahwa Indonesia bisa melaksanakan Pasal 33 Undang-Undang 1945.
Sebelumnya, dalam seremonial penyerahan hasil denda administrasi penguasaan kembali kawasan hutan tahap VII oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) pada bulan lalu (13/5/2026) di Kejagung RI, Prabowo pun menyinggung perihal mahalnya bunga kredit ultra mikro di PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Prabowo pun mengumpulkan deretan menterinya mulai dari Menteri Keuangan hingga CEO Danantara. Kemudian, Prabowo memerintahkan kepada Danantara untuk menurunkan bunga kredit usaha ultra mikro di PNM.
"Ini keputusan politik saya ambil. Bahwa bunga untuk PNM kredit keluarga prasejahtera dari 24% kita turunkan harus di bawah 9%," ujarnya.





