JAKARTA - Pelibatan TNI dalam berbagai program pembangunan bukan berarti militer mengambil alih tugas kementerian/lembaga tertentu, demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Dia mengatakan bahwa keberadaan TNI justru hanya untuk membantu pelaksanaan pekerjaan yang sulit dijangkau, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Hal ini disampaikan Maruli saat menjawab pertanyaan awak media mengenai peran TNI yang belakangan terlihat aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari membantu petani, penanganan lingkungan, hingga menjaga keamanan wilayah.
"Jadi kita mengerjakan hal-hal yang tidak terjangkau oleh kementerian," kata Maruli di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menurut Maruli, banyak pekerjaan pembangunan di daerah kepulauan dan wilayah terpencil yang memiliki nilai anggaran relatif kecil, namun membutuhkan biaya logistik dan transportasi yang besar. Kondisi tersebut kerap membuat pelaksanaan proyek menjadi tidak menarik bagi pelaksana pekerjaan.
Ia memberikan contoh, salah satu proyek yang akan dikerjakan TNI di Kepulauan Nias dengan anggaran yang relatif kecil sebesar Rp200 juta.




