Senangnya Para Penerima Program Bedah Rumah Kemenimipas

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Senyum tak henti terpancar dari wajah Uci (54), warga Desa Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sopir angkot itu menjadi salah satu dari 5 warga yang menerima bantuan bedah rumah dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Lapas Kelas IIA Warungkiara.

Sebelum direnovasi, rumah yang ditempatinya bersama istri dan anaknya jauh dari kata layak. Sebagian bangunan masih menggunakan bilik bambu dan hanya setengah bagian yang telah berdinding bata.

“Ya, setengah bata, atasnya bilik,” kata Uci saat ditemui menjelang peresmian bantuan sosial bedah rumah oleh Menteri Imipas Agus Andrianto, Rabu (10/6).

Uci mengaku tidak pernah menyangka rumahnya akan menjadi salah satu penerima bantuan. Awalnya, petugas hanya datang untuk menanyakan status kepemilikan tanah dan kondisi rumah yang ditempatinya.

“Ya, mendadak sih. Jadi dadakan gitu,” ujarnya.

Dalam waktu sekitar dua minggu, rumah tersebut berubah menjadi bangunan permanen yang lebih layak huni. Kini rumah itu dilengkapi dua kamar tidur, dapur, dan kamar mandi di dalam rumah.

“Ya, senang,” kata Uci singkat sambil tersenyum.

Selama proses pembangunan berlangsung, Uci dan keluarganya juga difasilitasi tempat tinggal sementara berupa rumah kontrakan yang biayanya ditanggung oleh penyelenggara program.

Sebagai kepala keluarga yang bekerja sebagai sopir angkot, Uci berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau warga lain yang membutuhkan.

“Mudah-mudahan bisa berlanjut sama yang lain juga, yang tidak mampu,” ujarnya.

Tak hanya Uci, penerima manfaat lainnya, Karta Atmaja, juga menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. Ia mengaku tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk memperbaiki rumahnya sendiri.

“Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena saya tidak mampu untuk melaksanakan pengerjaan perumahan,” kata Karta.

Program bedah rumah ini juga memberi pengalaman baru bagi para penerima manfaat. Rumah-rumah tersebut dibangun dengan melibatkan warga binaan pemasyarakatan yang sedang menjalani program pembinaan di Lapas IIA Warungkiara.

Namun, keberadaan warga binaan tidak membuat Uci merasa khawatir. Ia bahkan menilai para warga binaan telah menunjukkan sikap yang baik selama proses pembangunan berlangsung.

“Itu bagus, pembinaannya bagus,” ujarnya.

Saat ditanya apakah dirinya takut bekerja bersama warga binaan, Uci menjawab tegas.

“Enggak. Bagus, jadi membantu.”

Sudah 24 Rumah Direnovasi

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengungkapkan hingga kini sudah ada 24 unit rumah yang dibangun untuk masyarakat di berbagai daerah.

“Kegiatan bakti sosial dalam bentuk bedah rumah sebenarnya sudah dilaksanakan, ada 24 unit yang sudah dibangun,” kata Agus dalam sambutannya.

Agus merinci, 6 unit rumah dibangun di Tuban, Jawa Timur, 5 unit di Warungkiara, 3 unit di Situbondo, 3 unit di Penyabungan, 1 unit di Trenggalek, 1 unit di Batusangkar, 1 unit di Amuntai, 3 unit di Palembang, dan 3 unit di Muara Sabak, Jambi.

Menurut Agus, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemasyarakatan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui kegiatan sosial. Ia berharap jumlah penerima manfaat terus bertambah seiring berkembangnya berbagai program yang dijalankan di lapas dan rutan di seluruh Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Pertamax Naik Hampir Rp4.000 per Liter, Ini Daerah dengan Harga Tertinggi dan Terendah
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Serangan Drone Iran Hantam Pangkalan AS di Bahrain
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Jusuf Kalla: Indonesia Harus Perkuat Teknologi dan Ciptakan Lebih Banyak Wirausaha
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Jumlah Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 53 Orang, 487 Luka dan Ribuan Rumah Rusak
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Menteri Imipas Serahkan Bansos Bedah Rumah, 24 Unit Sudah Dibangun
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.