Hadapi Puncak Kemarau 2026, BPBD Sumsel Siagakan 4 Helikopter Bom Air Milik BNPB

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, PALEMBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan menyiagakan empat unit helikopter water bombing bantuan dari BNPB untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penyiagaan armada udara ini dilakukan guna mempercepat penanganan titik api selama puncak musim kemarau 2026.

BACA JUGA: BNPB: 2 Kabupaten di Aceh Masih Dilanda Karhutla

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman saat diwawancarai di Palembang, Rabu, mengatakan dukungan armada udara tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mengantisipasi meningkatnya potensi karhutla di sejumlah wilayah rawan di Sumatera Selatan.

"Untuk Satgas Udara, kami dibantu dua armada udara untuk patroli, yaitu satu helikopter patroli dan satu pesawat patroli. Selain itu, BNPB memberikan bantuan empat helikopter untuk membantu pemadaman di lapangan," katanya.

BACA JUGA: Hadapi Kemarau, 11 Daerah di Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Ia menjelaskan awalnya terdapat tiga helikopter pemadam yang disiagakan. Namun pada pekan lalu, satu unit helikopter tambahan tiba di Sumatera Selatan untuk memperkuat operasi pemadaman udara.

Helikopter tambahan tersebut telah menjalani proses verifikasi oleh tim BNPB dan dinyatakan siap untuk dioperasikan.

BACA JUGA: Manggala Agni Masih Berjibaku Padamkan Karhutla 20 Hektare di Siak

"Helikopter itu sudah diverifikasi dan mulai hari ini dapat melaksanakan misi pemadaman udara," jelasnya.

BPBD Sumsel juga mencatat sejak 1 Januari hingga 9 Juni 2026 telah terjadi 137 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 305,39 hektare.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan, sejumlah wilayah di provinsi tersebut masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Namun kondisi tinggi muka air tanah di beberapa kawasan gambut seperti Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir berada pada kategori rawan sehingga tetap memerlukan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.

Untuk menekan risiko karhutla, BPBD Sumsel bersama instansi terkait terus melakukan patroli darat dan udara, pemantauan sebaran hotspot, sosialisasi pencegahan karhutla, serta menyiagakan personel dan peralatan pemadaman.

BPBD Sumsel mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar dapat segera ditangani dan tidak meluas.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tolak Pledoi Nadiem, JPU:  Ada Niat Jahat dalam Kasus Chromebook!
• 22 jam laluokezone.com
thumb
HP Buatan China Mulai Ditinggalkan, Tiba-Tiba Muncul Raja Baru
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pekerjaannya Kembali Disorot, PT GLI Bantah Giorgio Antonio Sebagai CEO
• 13 jam lalucumicumi.com
thumb
Kapolri: Kritik dan Masukan Publik Jadi Bahan Evaluasi Untuk Perbaikan Polri
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Menyorot Fisik Pemain Diaspora Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni: Meski Terkuras di Liga, Masih Ganas Bertarung di Jakarta
• 13 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.