Situasi Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) menyerang Iran. Suara ledakan terdengar di sejumlah wilayah di Iran.
Dirangkum detikcom, Rabu (10/6/2026), ledakan terdengar di beberapa lokasi di Provinsi Hormozgan, termasuk di Pulau Qeshm dan di sepanjang pantai dekat Selat. Jet tempur di AS juga dilaporkan memadati wilayah udara Iran.
Militer AS diketahui melancarkan serangan proporsional terhadap Iran. Rencana serangan ini sebagai respons terhadap penembakan jatuh helikopter Apache sehari sebelumnya di selat Hormuz.
"Pasukan Amerika mulai melancarkan serangan pertahanan diri terhadap Iran, pada pukul 17.00 ET (04.00 WIB) hari ini atas arahan Panglima Tertinggi, sebagai respons terhadap jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS kemarin," kata Komando Pusat AS dalam sebuah postingan di X, seperti dilansir AFP.
"Misi ini merupakan respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan," tambahnya.
Iran melalui Menteri Luar Negerinya, Abbas Araghchi juga sudah buka suara mengenai serangan itu. Araghchi memperingatkan AS segera meninggalkan wilayahnya jika ingin selamat.
"Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman," kata Araghchi melalui akun X resminya, dilansir Aljazeera dan CNN.
Ia berjanji tidak ada serangan dari AS yang dibiarkan tanpa balasan. Iran terus bertekad menghadapi serangan.
"Meskipun kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami. Angkatan bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan," kata Araghchi.
(zap/fca)





