Purbaya Menkeu Akan Tekan Efek Domino Kenaikan BBM pada Sektor Barang dan Jasa

suarasurabaya.net
4 hari lalu
Cover Berita

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk memastikan efek domino dari keputusan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya jenis Pertamax, tidak signifikan.

Ia juga akan menjaga inflasi nasional dan memastikan harga barang dan jasa di masyarakat tetap terjaga.

“Optimisme ini didasarkan pada karakteristik pengguna Pertamax yang mayoritas merupakan kendaraan pribadi kelas menengah ke atas, bukan kendaraan logistik atau transportasi publik yang menjadi urat nadi distribusi barang pokok. Dengan demikian, struktur biaya produksi dan logistik nasional diproyeksikan tidak akan terganggu,” ungkap Purbaya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Purbaya menegaskan laju inflasi sepanjang tahun 2026 diperkirakan akan tetap stabil dan berada di dalam koridor asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

“Harusnya (dampak inflasi) limited, karena bukan buat angkutan umum, angkutan barang enggak pakai Pertamax,” ujarnya.

Soal kekhawatiran peralihan (shifting) konsumen Pertamax ke BBM bersubsidi jenis Pertalite yang dikhawatirkan dapat menjebol kuota subsidi negara, Pemerintah bersama para pemangku kepentingan terkait telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang komprehensif.

Pemerintah memastikan pengawasan distribusi BBM bersubsidi bakal diperketat sehingga tepat sasaran. Langkah ini diambil guna menjamin agar BBM bersubsidi tetap dinikmati oleh masyarakat yang berhak dan kuota APBN tetap terjaga hingga akhir tahun.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan stimulu ekonomi, setelah harga bahan bakar minyak jenis Pertamax dan Pertamax Green dinaikkan.

Meski begitu, Airlangga Hartarto Menko Perekonomian enggan memberi bocoran, apa saja stimulus perekonomian yang akan diberikan pemerintah. Lantaran harus dilaporkan terlebih dahulu ke pemerintah.

“Lagi disiapin. Ya, kalau udah diputus baru dikasih tahu. Laporin presiden juga,” kata Airlangga di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Soal kondisi kenaikan harga BBM dan kenaikan suku bunga yang terjadi berapa hari terakhir. Airlangga mengatakan, itu adalah proses stabilisasi nilai tukar rupiah.

Pak kenaikan harga pertamax dan BI-Rate naik, suku bunga naik, makin menekan masyarakat kelas menengah gak? Ya, kan itu stabilisasi. Nanti kalau kalau dolarnya turun terus protes. dolarnya di rem, ah, protes juga,” ujarnya.

Soal dampak inflasi ke depan, Airlangga mengatakan, pemerintah masih akan terus memonitor kondisi keuangan ke depan.

“Dampak inflasi kan dari kita lihat dari transportasi dan harga. Nah, kita monitor aja dulu,” pungkasnya.(lea/kir/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
‎Ruben Onsu Sentil Pacar Sarwendah yang Bikin Konten di Rumah Bersama, Kuasa Hukum Bahas Soal Etika
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Wamen LH Tekankan Pentingnya Pemilahan Sampah untuk Capai Target NCD
• 2 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Terima Kunjungan Presiden Jerman di Istana, Disambut Tari Zapin
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Data Terbaru Ungkap Anemia Masih Jadi Ancaman Kesehatan Remaja Indonesia
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Viral Copet Beraksi di PRJ, Cara Pelaku Kelabui Korban Terekam CCTV
• 2 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.