SBY: Pemerintah Berhasil Hentikan Pelemahan Rupiah dan IHSG

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil menghentikan pelemahan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kabar baik tersebut diharapkan menjadi awal dan pertanda yang baik terhadap perekonomian nasional.

"Pemerintah berhasil menghentikan proses pelemahan Rupiah dan IHSG yang terjadi secara sistematis (berturut-turut) dalam jumlah yang besar. Itulah sebabnya kebijakan yang dijalankan oleh Bank Indonesia, tentunya bersinergi dengan pemerintah, menjadi salah satu faktor positif dalam menghentikan rontoknya Rupiah dan IHSG," ujar SBY dalam unggahannya di akun X @SBYudhoyono, dikutip Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Rupiah dan IHSG Menguat dalam 2 Hari Terakhir, SBY: Ini Good News

Ia mengatakan, pemerintahan Prabowo masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi untuk mengatasi tekanan ekonomi yang terjadi.

Pada Mei 2026, SBY pernah menyampaikan pandangannya bahwa masih tersedia opsi dan solusi dari otoritas moneter dan fiskal terkait pelemahan rupiah serta IHSG.

"Ke depan, hari-hari mendatang, kita berharap pemerintah terus melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi. Menyehatkan APBN kita. Membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah," ujar SBY.

Ia juga berharap pemerintah dapat mencegah terjadinya kenaikan harga barang dan jasa yang berpotensi memukul kehidupan rakyat.

Baca juga: BBM Naik, Rupiah Melemah, Rakyat Menanggung Beban

Pemerintah juga diharapkan dapat memulihkan kembali kepercayaan investor, serta meningkatkan komunikasi yang lebih efektif sehingga kebijakan dan langkah pemerintah dimengerti oleh rakyat dan pasar.

"Menghentikan berbagai spekulasi dan ketidakpastian. Yang tidak kalah pentingnya, melindungi rakyat kita yang sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM," ujar SBY.

SBY mengatakan, dirinya kenyang dalam menangani tekanan ekonomi seperti ini ketika memimpin Indonesia dulu.

Baca juga: Soroti Rupiah Melemah, Said Abdullah Minta Pemerintah Tak Rilis Kebijakan Prematur di RAPBN 2027

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurutnya, semua ikhtiar yang dilakukan pemerintah memerlukan waktu dan dukungan publik yang kuat.

"Ingat, in crucial thing, unity. In important thing, dialogue dan diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif. Pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat dan aksi-aksi nyata yang serius menjadi sangat penting," ujar SBY.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal dan Daftar Line Up Opening Ceremony Piala Dunia 2026 di Meksiko, Kanada, dan AS
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Hadiah Tabungan Dahsyat MNC Bank Jadi Tambahan Dana Kuliah Anak Nasabah
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Antrean Pertalite di Bandung Hingga Stok Pertalite di SPBU Indramayu Kosong | INDONESIA UPDATE
• 48 menit lalukompas.tv
thumb
Stok Bahan Pangan Aman, Perum Bulog Sumut Miliki Stok Beras 56.176 Ton
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bikin Ngilu, Lengan Bocah di Cimahi Tertancap Pagar Saat Kejar Layangan Putus
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.