Pantau - Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green, penguatan nilai tukar rupiah, serta penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi sorotan utama dalam rangkaian peristiwa ekonomi yang terjadi pada Rabu (10/6/2026).
Pertamax Naik dan Pertamina Jelaskan AlasannyaPertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter mulai 10 Juni 2026.
VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga Sigit Setiawan menjelaskan, “Beberapa waktu kemarin itu masih bisa kami tahan, tetapi kenapa kok hari ini nggak bisa nahan? Karena kami harus memastikan ketersediaan di pasar itu ada barangnya,” ujarnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai dampak kenaikan harga Pertamax terhadap inflasi relatif terbatas karena bahan bakar tersebut umumnya tidak digunakan untuk angkutan barang maupun transportasi umum.
Rupiah dan IHSG Menguat di Tengah Gejolak PasarDi pasar keuangan, IHSG ditutup menguat 155,73 poin atau 2,71 persen ke level 5.902,38, sementara indeks LQ45 naik 20,16 poin menjadi 589,48.
Selain itu, nilai tukar rupiah ditutup menguat 114 poin atau 0,63 persen menjadi Rp17.944 per dolar Amerika Serikat dari posisi sebelumnya Rp18.058 per dolar AS.
Penguatan rupiah disebut dipengaruhi oleh membaiknya sentimen pasar dan langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia sehingga memberikan dukungan terhadap pergerakan mata uang domestik.




