Viral Daftar Pejabat Terlibat Kasus MBG, Begini Penjelasan KPK

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons mengenai isu keterlibatan sejumlah pejabat negara, aparat dan politisi dalam kasus tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). KPK memastikan pimpinannya tak terlibat MBG.

"KPK memantau setidaknya ada dua informasi yang beredar di berbagai media sosial. Informasi pertama menyebut sejumlah pihak dikaitkan dengan perkara MBG, salah satunya, Pimpinan KPK," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga
  • Bantah Rumor, Dudung: Kalau Bisa Buktikan Saya Punya Dapur MBG akan Saya Beri Hadiah
  • MBG Watch Desak Badan Gizi Nasional Evaluasi Program Makan Gratis
  • Koalisi Masyarakat Minta Program MBG Disetop Sementara

Sedangkan informasi kedua disebut KPK relatif lebih lengkap. Sebab informasi yang viral itu menyebut sumber, serta dugaan peran para pihak dalam perkara MBG."Dimana pada informasi yang kedua ini tidak ada unsur pimpinan ataupun insan KPK di dalam list nama yang beredar," ujar Budi.

Atas dua informasi tersebut, KPK mengajak publik mengutamakan kejernihan berpikir. KPK mendorong masyarakat selalu mengecek kebenaran.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Kami mengimbau agar masyarakat selalu mencermati dengan baik dan proporsional setiap informasi yang beredar di media sosial, yang belum teruji kebenarannya," ujar Budi.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50% di Tengah Perang Timur Tengah, Ini Langkah-Langkahnya
• 50 menit laluerabaru.net
thumb
PBVSI Minta Bantuan Volimania Indonesia, Dukung Megawati Hangestri Cs di AVC Gala 2026
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
BRI Finance Perkuat Portofolio dan Pertumbuhan Bisnis Di Tengah Perubahan Nilai Tukar Rupiah
• 3 jam lalumediaapakabar.com
thumb
BI Tegaskan Ketahanan Pangan Kunci Melindungi Daya Beli Masyarakat
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komisi XII minta pemerintah jelaskan dasar kenaikan harga Pertamax
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.