Ekonomi Selatan Jabar Menantang, Belanja Warga Masih Terendah

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, TASIKMALAYA - Kabupaten Tasikmalaya dan Garut tercatat sebagai dua daerah dengan pengeluaran riil per kapita terendah di Jawa Barat dalam dua tahun terakhir. Di satu sisi, kondisi ini menunjukkan biaya hidup masyarakat yang relatif lebih murah dibandingkan kawasan perkotaan. 

Namun di sisi lain, angka tersebut juga mencerminkan terbatasnya pilihan pekerjaan dan masih rendahnya aktivitas ekonomi di wilayah selatan Jawa Barat.  

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menunjukkan pengeluaran riil per kapita masyarakat Kabupaten Tasikmalaya pada sebesar Rp8,97 juta per tahun, sedangkan Kabupaten Garut mencapai Rp9,17 juta per tahun. 

Keduanya berada jauh di bawah rata-rata Jawa Barat yang mencapai Rp12,16 juta per kapita per tahun. Sebaliknya, Kota Bandung mencatat pengeluaran riil tertinggi sebesar Rp18,79 juta per kapita.  

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan rendahnya pengeluaran riil per kapita tidak dapat dimaknai secara sederhana sebagai indikator kemiskinan. 

Menurut dia, angka tersebut menggambarkan kemampuan konsumsi masyarakat setelah memperhitungkan inflasi dan perbedaan harga antarwilayah.

Baca Juga

  • Tutup 2025, Kantor Airlangga Klaim Ekonomi RI Tangguh dengan PDB per Kapita Rp78,6 Juta
  • Terbukti Konsumtif, Pengeluaran Per Kapita Jaksel Tertinggi se Indonesia Rp26,38 Juta per Tahun
  • Usia Harapan Hidup Warga RI Naik, Pengeluaran per Kapita Rp12,8 Juta

"Wilayah selatan Jawa Barat memang memiliki struktur biaya hidup yang lebih rendah dibandingkan kawasan metropolitan. Harga kebutuhan pokok, perumahan, hingga jasa relatif lebih murah sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dengan pengeluaran yang lebih kecil," kata Margaretha dikutip pada Kamis (11/6/2026).

Meski demikian, ia mengakui rendahnya pengeluaran masyarakat juga berkaitan dengan karakteristik ekonomi daerah yang masih bertumpu pada sektor primer seperti pertanian, perkebunan, dan perdagangan tradisional.

"Lapangan kerja formal dan sektor bernilai tambah tinggi masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan dan kawasan industri. Ini yang membuat pilihan pekerjaan masyarakat di sejumlah daerah selatan relatif lebih terbatas," ujarnya.

Menurut Margaretha, kesenjangan pengeluaran antara wilayah selatan dan utara Jawa Barat mencerminkan belum meratanya aktivitas ekonomi. 

Kawasan seperti Bandung Raya, Bekasi, dan Depok menikmati pertumbuhan sektor industri, jasa modern, teknologi, pendidikan, dan perdagangan yang lebih kuat sehingga daya beli masyarakat ikut terdorong.  

Sebaliknya, daerah seperti Garut dan Tasikmalaya masih bergantung pada sektor pertanian yang produktivitas dan nilai tambahnya relatif lebih rendah.

"Kondisi ini bukan hanya soal biaya hidup murah. Yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana menciptakan kesempatan kerja yang lebih beragam dan produktif agar pendapatan masyarakat meningkat," katanya.

Kendati berada di posisi terbawah, BPS mencatat tren pengeluaran riil per kapita di kedua daerah terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Kabupaten Tasikmalaya naik dari Rp8,17 juta pada 2022 menjadi Rp8,97 juta pada 2024. Sementara Garut meningkat dari Rp8,28 juta menjadi Rp9,17 juta pada periode yang sama.  

Secara keseluruhan, pengeluaran riil per kapita Jawa Barat juga meningkat dari Rp11,27 juta pada 2022 menjadi Rp12,16 juta pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kemampuan konsumsi masyarakat seiring pemulihan ekonomi dan pertumbuhan berbagai sektor usaha di provinsi ini.  

Margaretha menilai pembangunan infrastruktur dan konektivitas menjadi faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Jawa Barat.

"Potensi pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Garut maupun Tasikmalaya sebenarnya sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan investasi dan membuka akses pasar yang lebih luas sehingga tercipta lapangan kerja yang lebih berkualitas," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menko Pangan: Jumlah SPPG Membengkak 6.877 Titik
• 3 jam lalukompas.com
thumb
PPK Kemayoran Perkuat Pengelolaan Aset Negara untuk Dukung Pertumbuhan Kawasan
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Awasi MBG hingga KMP, BPOM Usul Tambahan Anggaran Rp2,8 Triliun
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Usut Dugaan Pemerasan Silmy Karim ke Direktur Parq Ubud Andre Frey
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Dasco soal IHSG Hijau: Kepercayaan ke Pemerintah Semakin Kuat
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.