REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) semakin menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari. Jika sebelumnya teknologi AI lebih banyak dimanfaatkan untuk pencarian informasi atau pembuatan konten, kini AI mulai bertransformasi menjadi asisten digital yang mampu membantu pengguna mengelola pekerjaan, menyusun jadwal, hingga mengambil keputusan secara lebih cepat.
Perubahan tersebut terlihat dari perkembangan industri smartphone global yang berlomba menghadirkan pengalaman penggunaan berbasis AI yang lebih personal dan kontekstual. Tidak lagi sekadar memberikan jawaban atas perintah pengguna, AI kini dirancang untuk memahami situasi dan menawarkan bantuan secara proaktif.
- OJK Awasi Khusus 8 Fintech Lending, Permodalan dan Kredit Macet Jadi Sorotan
- Penelitan Ungkap Tertawa Bantu Dukung Perkembangan Otak Anak
- ASDP Tebar Diskon Tarif Jasa Pelabuhan hingga 100 Persen Selama Libur Sekolah
Samsung menjadi salah satu perusahaan yang cukup agresif mengembangkan teknologi tersebut melalui ekosistem Galaxy AI. Pada generasi terbaru, Galaxy S26 Series, Samsung menghadirkan berbagai fitur AI yang difokuskan untuk meningkatkan produktivitas pengguna di berbagai segmen, mulai dari profesional, pelajar, kreator konten, hingga pelaku usaha.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan smartphone sebagai perangkat kerja utama terus meningkat. Banyak pengguna kini mengandalkan ponsel untuk mengelola surat elektronik, menghadiri rapat virtual, membuat presentasi, melakukan riset, hingga mengelola bisnis.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap perangkat yang tidak hanya memiliki spesifikasi tinggi, tetapi juga mampu membantu menyederhanakan berbagai aktivitas harian.
Samsung menyebut Galaxy S26 sebagai perangkat AI generasi ketiga yang membawa konsep agentic AI. Konsep ini memungkinkan AI memahami konteks aktivitas pengguna dan memberikan rekomendasi yang relevan tanpa harus menunggu instruksi secara rinci.
Dengan pendekatan tersebut, smartphone tidak lagi berfungsi hanya sebagai alat komunikasi, melainkan berkembang menjadi asisten digital yang mampu mendukung pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi kerja.
Now Nudge, Membantu Pengguna Tetap ProduktifSalah satu fitur yang menjadi sorotan pada Galaxy S26 adalah Now Nudge. Fitur ini dirancang untuk mengenali aktivitas yang sedang berlangsung dan memberikan rekomendasi tindakan yang sesuai.
Misalnya ketika pengguna menerima pesan berisi undangan rapat, sistem dapat langsung menampilkan akses menuju kalender untuk memeriksa ketersediaan jadwal atau menambahkan agenda baru.
Dalam konteks pekerjaan yang serba cepat, kemampuan semacam ini dapat membantu mengurangi waktu yang biasanya digunakan untuk berpindah aplikasi dan mencari informasi secara manual.
Pendekatan tersebut juga menjadi gambaran bagaimana AI mulai berfungsi sebagai pendamping aktivitas harian, bukan sekadar fitur tambahan.




