LAMPUNG, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik yang kerap diarahkan kepadanya terkait intensitas kunjungan ke luar negeri sejak menjabat sebagai kepala negara.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa situasi geopolitik dunia saat ini sangat dinamis sehingga Indonesia harus aktif menjaga hubungan dengan berbagai negara.
Prabowo menekankan bahwa politik luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas aktif, nonblok, dan bersahabat dengan semua pihak.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia tidak ingin terlibat dalam aliansi militer mana pun dan tetap menjaga hubungan baik dengan seluruh kekuatan dunia.
"1000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak," tegasnya.
Presiden juga mencontohkan undangan yang datang dari para pemimpin dunia seperti Presiden Amerika Serikat, Presiden Rusia, hingga Presiden Tiongkok. Menurut Prabowo, sebagai pemimpin negara yang dipercaya rakyat, dirinya harus hadir dan membangun komunikasi dengan seluruh pihak demi memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia di tengah persaingan global yang semakin kompleks.
Penulis : Prayogi-Haro
Sumber : Kompas TV
- prabowo
- kunjungan luar negeri
- presiden prabowo





