Seorang pria di Chongqing dituduh memperoleh anjing peliharaan melalui penipuan daring, kemudian membunuhnya secara kejam dan mengunggah videonya ke internet untuk mendapatkan keuntungan. Kasus ini memicu kemarahan para pecinta dan pelindung hewan yang kemudian berkumpul untuk melakukan protes. Pihak berwenang partai komunis Tiongkok dilaporkan mengerahkan polisi khusus untuk membubarkan aksi tersebut secara paksa. Video yang beredar menunjukkan banyak pengunjuk rasa ditangkap.
EtIndonesia.com Pada 7 Juni, sejumlah warganet Chongqing mengungkapkan bahwa seorang pria dengan nama akun “Sam Dabao Ge” (山姆打包哥) diduga menyamar sebagai perempuan untuk mendapatkan anjing peliharaan dari program adopsi, lalu menyiksa dan membunuh hewan-hewan tersebut.
Menurut tuduhan yang beredar, pria itu secara khusus membunuh anak-anak anjing yang masih sangat kecil, kemudian menjual video penyiksaan tersebut secara daring demi memperoleh keuntungan. Sementara anjing yang lebih besar atau memiliki ras tertentu disebut dijual kembali untuk mendapatkan uang.
Unggahan tersebut juga menyebutkan bahwa hampir setiap bulan ada orang yang mengekspos tindakan penyiksaan kucing dan anjing yang dilakukan pria tersebut. Bahkan, ia disebut pernah membunuh seekor induk anjing, tiga anak anjing, dan satu anak kucing dalam satu hari, dengan video sebagai bukti.
Menurut para pelapor, beberapa orang telah melaporkan kasus itu kepada polisi. Namun pria tersebut disebut tidak takut dan bahkan menantang dengan mengatakan bahwa tidak ada undang-undang khusus yang melarang tindakannya. Ia dikabarkan pernah berkata bahwa meskipun membunuh anjing di depan polisi, tidak akan ada yang bisa menghukumnya.
Massa Berkumpul dan Melakukan ProtesPerkembangan selanjutnya tampaknya membuat tuduhan tersebut semakin mendapat perhatian publik.
Pada 8 Juni, ketika kemarahan masyarakat terus meningkat, banyak aktivis dan pecinta hewan mendatangi kompleks tempat tinggal pria tersebut untuk melakukan aksi protes dan pengepungan.
Menurut laporan, polisi setempat membatasi aksi para pengunjuk rasa, sementara pria yang dituduh melakukan penyiksaan dibawa ke dalam ruangan dengan alasan “dimintai keterangan” dan pada praktiknya ditempatkan dalam perlindungan polisi.
6月9日,重庆山姆哥虐杀动物事件在线上 线下持续发酵,多方人员前往现场抗议,导致冲突彻底升级!
期间,有外国动物保护志愿者在现场被警方带走!
随后现场抗议群众与警方爆发肢体冲突,多名抗议者被警察和便衣合力按倒在地,并带走! https://t.co/OvtqiRuLFD pic.twitter.com/fQGU57tAQx
Video yang diunggah warganet menunjukkan pria tersebut duduk santai di dalam ruangan ber-AC sambil memainkan telepon genggamnya, sementara polisi tidak terlihat mengambil tindakan terhadapnya.
Video lain memperlihatkan sejumlah besar pengunjuk rasa membawa spanduk dan melakukan aksi protes, sementara puluhan polisi dan polisi khusus berjaga di lokasi.
Pada malam 8 Juni, seorang pejabat kepolisian berbicara kepada massa dan mengatakan bahwa polisi telah melakukan penggeledahan selama 10 menit di rumah pria bermarga Li yang menjadi pusat kontroversi tersebut.
Polisi mengklaim bahwa mereka “tidak menemukan anjing” di lokasi dan bahwa “para pimpinan sangat memperhatikan kasus ini” serta “penyelidikan resmi telah dibuka”.
Namun para pengunjuk rasa tidak mempercayai penjelasan tersebut dan menuduh polisi hanya berpura-pura menangani kasus itu. Sebagian orang menuntut kapan laporan resmi akan diumumkan, sebagian meminta Li diproses secara hukum, sementara yang lain meneriakkan: “Polisi melindungi orang jahat!”
包子外访期间,重庆爆发“宠物革命”
民不聊生,生灵涂炭,一滴水掉入巨大油锅就会成核弹,一件普通民事引发社会不满与维稳高压的强硬碰撞,这是继白纸革命之后老百姓再次拿着白纸走向街头。 pic.twitter.com/gMrWWuFnLT
Hingga 9 Juni, para pengunjuk rasa masih bertahan di lokasi dan perdebatan mengenai kasus tersebut terus memanas baik di dunia maya maupun di lapangan.
Menurut laporan, pihak berwenang kemudian mengubah strategi dan mulai melakukan penindakan keras terhadap massa.
Video dari lokasi menunjukkan polisi berseragam, polisi khusus, dan petugas berpakaian sipil bersama-sama membubarkan dan menangkap para demonstran secara paksa.
Beberapa pengunjuk rasa terlihat dijatuhkan ke tanah, diseret, diangkat, atau dibawa pergi. Mereka yang ditangkap terdiri dari pria maupun wanita.
Salah satu video menunjukkan seorang pria ditekan ke tanah dengan kepalanya ditahan, lalu dipukul oleh polisi.
Video lain memperlihatkan seorang polisi yang diduga melepas seragamnya di lokasi untuk menghindari rekaman yang menunjukkan “polisi memukul warga”. Setelah melepas seragam, ia terlihat memegang pakaian tersebut dengan satu tangan, sementara tangan lainnya mencekik seorang wanita muda yang telah terjatuh ke tanah dan menekan lehernya hingga kepalanya membentur permukaan jalan.
Beberapa warganet juga mengklaim bahwa terdapat relawan perlindungan hewan asal luar negeri yang ikut ditangkap dalam operasi tersebut.
Video yang beredar menunjukkan bahwa hingga malam 9 Juni, masih banyak pengunjuk rasa yang bertahan di lokasi sambil meneriakkan: “Bebaskan mereka!”
Sementara itu, sejumlah besar polisi tetap berjaga dalam formasi di sekitar area kejadian.
Sumber : NTDTV.com





