Pakar hukum tata negara Refly Harun mengungkapkan kekecewaan publik terhadap Kabinet Merah Putih yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Refly, masyarakat menilai kabinet gemuk tersebut lebih banyak diisi oleh orang-orang yang berjasa dalam pemenangan Pilpres 2024, bukan berdasarkan keahlian di bidangnya.
"Ternyata ketika kabinet diumumkan tidak hanya karena dia menjadi kabinet jumbo. Terkesan semua yang berjasa dalam pemilu diakomodir ya. Walaupun barangkali tidak lagi pakai prinsip the right person on the right place. Jabatan menteri dan setingkat menteri lebih dari 100 misalnya dan akhirnya kabinet yang muncul adalah kabinet gemuk sekali," ucapnya, dalam kanal YouTube Refly Harun, dikutip Kamis (11/6).
Lebih jauh, Refly menilai kekecewaan publik semakin besar karena kabinet Prabowo masih banyak diisi oleh orang-orang dari pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), yang dianggap berkontribusi membangun sistem pemerintahan yang rusak.
"Dan ternyata dalam kabinet tersebut masih banyak orang-orang Jokowi yang ditengarai justru yang paling berpengaruh dalam membangun sistem rusak Jokowi selama 10 tahun. Presiden Prabowo mengangkat orang-orang yang sudah dipakai Presiden Jokowi sehingga orang pun kemudian menjadi kecewa," tandasnya.
Baca Juga: Cerita Chatib Basri tentang ayah Prabowo yang Kagum ke Prancis dan Idolakan sosok Andre Malraux
Sebagai informasi,Kabinet Merah Putih yang dibentuk Prabowo tercatat memiliki 109 hingga 112 anggota, menjadikannya kabinet terbesar di Indonesia sejak era Dwikora (1966).
Struktur kabinet gemuk ini terdiri dari, 7 Menteri Koordinator (Menko), 41 Menteri Teknis, 5–10 Kepala Badan setingkat menteri, dan 54–56 Wakil Menteri yang merupakan jumlah terbanyak sepanjang sejarah.





