21 DPD II Tetap Solid Dukung Appi Walaupun DPP Golkar Akan Keluarkan Diskresi untuk Salah Satu Kandidat

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Manuver Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang dikabarkan akan mengeluarkan diskresi bagi salah satu kandidat Ketua DPD I Golkar Sulsel tidak menggoyahkan sikap mayoritas pemilik suara di daerah.

Sebanyak 21 DPD II Golkar kabupaten/kota se-Sulsel tetap solid mengusung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Golkar Sulsel.

Ketua DPD II Golkar Gowa Ambas Syam menuturkan bahwa Golkar adalah partai terbuka dan sangat mengedepankan prinsip demokrasi.

Ambas Syam menjelaskan bahwa prinsip demokrasi Golkar itu melalui sistem pengambilan keputusan yang mengutamakan musyawarah untuk mufakat dan pergantian kepemimpinan yang kompetitif.

“Golkar adalah partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Kami percaya bahwa kejayaan Partai Golkar hanya dapat dipertahankan apabila kehidupan demokrasi benar-benar tumbuh dan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Saat ditanya terkait isu DPP Golkar merestui dua calon dan salah satunya akan mendapatkan diskresi, Ambas Syam merespons dengan santai.

“Itulah Golkar yang selalu memberikan ruang demokrasi. Bahkan yang tidak memenuhi syarat bisa berkompetisi maju di Musda dengan cara mendapatkan diskresi dari DPP,” ucapnya.

Ambas Syam menegaskan bahwa diskresi yang menjadi kewenangan DPP tidak serta-merta menjadi kewajiban DPD II yang merupakan pemilik suara dalam Musda untuk memilih calon yang mendapatkan diskresi.

Ia menambahkan bahwa diskresi hanya berfungsi membuka jalan bagi kandidat yang tidak memenuhi syarat pencalonan sebagaimana diatur dalam konstitusi partai, bukan menjadi instrumen untuk memenangkan kandidat tertentu.

“Diskresi hanya menggugurkan syarat administrasi atau syarat pencalonan. Bukan berarti yang mendapat diskresi otomatis harus didukung DPD II. Hak memilih tetap berada di pemilik suara,” tegas Ambas.

Menurutnya, orang yang mendapatkan diskresi itu adalah orang yang pernah di Golkar kemudian pindah ke partai lain dan ingin kembali masuk ke Golkar. Kemudian orang yang pernah bermasalah dengan hukum.

“Memang ada banyak persyaratan yang diatur di konstitusi Golkar bagi yang ingin maju menjadi calon ketua Golkar, kalau persyaratan-persyaratan itu tidak terpenuhi maka sang calon harus dapat diskresi dari DPP,” beber Ambas Syam.

Namun, Ambas Syam menegaskan bahwa diskresi DPP Golkar tidak mempengaruhi proses perebutan kursi ketua DPD I Golkar Sulsel di Musda XI nantinya.

“Diskresi itu tidak mempengaruhi proses Musda. Proses Musda tetap berjalan sesuai mekanisme dan aturan. Kami di Golkar itu, proses yang demokratis dan sesuai konstitusi partai selalu kami kedepankan dan wajib dilaksanakan bagi siapapun kader dan pengurus Golkar,” ucapnya.

Ambas menilai publik perlu memahami bahwa diskresi bukanlah tiket kemenangan politik. “Jangan sampai ada yang menafsirkan seolah-olah diskresi identik dengan dukungan mutlak. Itu dua hal yang berbeda. Diskresi hanya memberikan hak untuk maju, bukan jaminan untuk menang,” ujarnya.

“Harus dipahami dulu, diskresi itu untuk menggugurkan persyaratan-persyaratan untuk maju sebagai calon ketua di Musda. Bukan berarti yang mendapatkan diskresi itu wajib DPD II berikan surat dukungan, kami punya hak untuk memilih calon yang kami inginkan dan DPD II tidak wajib memilih yang mendapatkan diskresi,” tegasnya.

Ambas Syam melanjutkan bahwa kandidat yang mendapatkan diskresi itu merupakan kandidat yang tidak memenuhi syarat utama yakni, prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT).

“Diskresi itu untuk menggugurkan persyaratan calon ketua yakni PDLT,” lanjutnya.

Menurutnya, sosok Munafri Arifuddin (Appi) telah memenuhi persyaratan PDLT untuk maju di Musda Golkar Sulsel.

“Kami yang saat ini 21 DPD II se-Sulsel memang mendukung Pak Appi karena kami menganggap Pak Appi layak memimpin Golkar Sulsel untuk merebut kembali kejayaan kita di Sulsel,” tuturnya.

Ambas Syam mengungkapkan bahwa DNA kepemimpinan Golkar selama ini adalah yang dekat dengan kekuasaan dan memiliki finansial.

“DNA pemimpin Golkar itu dekat dengan kekuasaan dan memiliki finansial, keduanya dimiliki Appi,” ungkapnya.

Ambas Syam menegaskan bahwa 21 DPD II Golkar se-Sulsel saat ini makin solid mendukung Munafri menjelang Musda XI DPD I Golkar Sulsel.

“Tetap solid. Kami ini bahkan tambah solid. Sudah ada ketua DPD II yang ditelpon untuk kami memilih calon tertentu, tapi pilihan kami tetap mendukung penuh Pak Appi,” tegasnya. (ams)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemotor Masih Banyak Lawah Arah di Simpang Ciawi Bogor Usai Dihadang Bocil
• 49 menit laludetik.com
thumb
Bank Indonesia Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Nasional Menuju 2045
• 29 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Iringan Indonesia Raya hingga Tarian Nusantara Semarakkan DNN Top Regional Leader Awards 2026
• 5 jam laludisway.id
thumb
Gen Z Simpan Uang di E-Wallet, OVO Bidik Tren Kelola Keuangan di Satu Aplikasi
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prakiraan Cuaca Kamis 11 Juni 2026: Sumut hingga Maluku Berpotensi Diguyur Hujan Ekstrem
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.