Grid.ID - Polres Sragen berhasil menangkap pelaku pembunuhan sadis seorang siswi kelas 5 SD berusia 11 tahun pada Selasa (9/6/2026). Belakangan terungkap bahwa korban Bilqis merupakan korban ketiga dari pelaku Suparman alias Blendus (53).
Bilqis, seorang bocah SD di Sragen ditemukan tewas oleh ibunya pada Jumat (5/6/2026) sore. Korban ditemukan dalam kondisi tewas penuh luka sabetan senjata tajam di bagian wajah dan tangan.
Diketahui bahwa pada saat kejadian, korban sedang sendirian di rumah masih mengenakan seragam Pramuka. Usai melaksanakan aksinya, pelaku kabur membawa satu unit sepeda motor Honda Vario dan satu unit ponsel milik keluarga korban.
Pelaku pembunuhan Bilqis ditangkap di kediamannya di Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Sragen, pada Selasa (9/6/2026). Penangkapan tersebut mengungkap sejumlah fakta baru, termasuk bahwa Bilqis merupakan korban ketiga dari pelaku.
Melansir Kompas.com, polisi mengungkap motif sementara pelaku melakukan pembunuhan adalah untuk mengambil barang berharga milik korban. Barang yang menjadi sasaran pelaku, yakni sepeda motor Honda Vario dan telepon seluler milik Bilqis.
"Sementara ini tersangka masih pelaku tunggal," kata Dewiana dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/6/2026).
Setelah menghabisi korban, pelaku membawa kabur motor dan ponsel tersebut. Temuan ini sekaligus memperkuat dugaan bahwa pembunuhan dilakukan dengan motif pencurian disertai kekerasan.
Dilansir dari Tribunjateng.com, fakta sosok Suparman alias Bledus (53) tersangka pembunuhan Bilqis Rajiansyah (11), bocah perempuan asal Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Bilqis dibunuh di rumahnya dan ditemukan masih mengenakan seragam pramuka oleh sang ibu.
Saat itu ibunya baru pulang kerja di sore hari. Ia histeris melihat putrinya bersimbah darah dan sudah tak bernyawa.
Terbaru, latar belakang Suparman terungkap. Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengungkapkan tersangka Suparman alias Bledus (53) bukanlah pelaku kejahatan yang baru pertama kali berurusan dengan hukum.
Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka merupakan seorang residivis yang pernah terlibat dalam dua kasus pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia.
Baca Juga: Sosok Pelaku yang Bunuh Bocah SD di Sragen, Bilqis Jadi Korban Ketiga
"Pelaku juga seorang residivis. Pernah dua kali melakukan kejahatan serupa yaitu pencurian dengan kekerasan dan kedua korbannya meninggal dunia," ujar Dewiana, Rabu (10/6/2026).
Kapolres menjelaskan, kasus pertama yang menjerat tersangka melibatkan seorang korban perempuan yang meninggal dunia akibat tindak kejahatan tersebut. Sementara pada kasus kedua, korban diketahui merupakan seorang waria yang juga meninggal dunia setelah menjadi sasaran aksi pelaku.
"Yang pertama korbannya perempuan meninggal dunia. Yang kedua waria dan juga meninggal dunia," katanya.
Dengan terungkapnya kasus pembunuhan Bilqis, polisi menduga bocah berusia 11 tahun tersebut menjadi korban ketiga dalam rangkaian kejahatan berat yang pernah dilakukan oleh tersangka.
"Jadi ananda Bilqis ini adalah korban yang ketiga," tegas Dewiana.
Menurut Kapolres, dua kasus sebelumnya terjadi cukup lama, yakni sekitar tahun 2008 dan 2012 di wilayah Kabupaten Sragen. Namun demikian, penyidik masih melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap rekam jejak kriminal tersangka untuk melengkapi berkas perkara.
"Kasus tersebut terjadi sekitar tahun 2008 dan 2012 di wilayah Sragen," ujarnya.
Fakta bahwa tersangka merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan kematian korban menambah perhatian publik terhadap kasus yang menewaskan Bilqis tersebut.(*)
Artikel Asli




