Kepala BIN Respons BEM SI yang Ancam Reformasi Jilid II jika Negara Tak Perbaiki Ekonomi

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra merespons BEM Seluruh Indonesia (SI) yang mengancam akan menggelar demo Reformasi Jilid II jika pemerintah gagal memenuhi tuntutan untuk memperbaiki ekonomi Indonesia dalam 18 hari.

Herindra mengajak semua pihak untuk saling menjaga dan bersatu.

"Ah, yang penting kita semua harus menjaga ya, persatuan kesatuan," ujar Herindra, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

"Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan bagi kita semua ya," sambung dia.

Baca juga: Kapolri Respons Seruan BEM SI soal Reformasi Jilid II

Sebelumnya mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mendorong pemerintah mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah.

Mahasiswa memberi tenggat 18 hari kepada pemerintah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Mahasiswa juga mempertimbangkan menggelar demonstrasi besar-besaran bertajuk Reformasi Jilid II bila tuntutan tidak dipenuhi.

Lalu, pada Jumat (5/6/2026) lalu, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM SI menggelar aksi bertajuk "Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat" di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah.

Ketua BEM UNS, Kailani Rizqi Pratama, mengatakan tenggat waktu tersebut diberikan sebagai bentuk tuntutan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki kondisi ekonomi.

Baca juga: Istana Respons BEM SI yang Ultimatum Pemerintah Perbaiki Ekonomi dalam 18 Hari

"Kalau kita melihat hari ini, untuk rupiah yang melemah sebanyak Rp 18.000, kami hari ini berikan tenggat waktu selama 18 hari untuk memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia," kata Kailani, dalam aksi yang digelar mahasiswa.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut dia, angka 18 hari dipilih sebagai simbol yang dikaitkan dengan nilai tukar rupiah yang tengah mengalami tekanan.

"Oleh karena itu, jika dalam waktu 18 hari tidak ada upaya perbaikan, maka jangan salahkan kami selaku mahasiswa untuk nanti melakukan penyegelan-penyegelan yang akan kami lakukan dalam tenggat waktu 18 hari di Kementerian Keuangan," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istana Kebut Perbaikan Pengelolaan MBG, Target 1 Bulan
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
BCA Dorong Ekspansi Kredit dengan Manajemen Risiko Ketat di Tengah Kenaikan BI Rate 5,50%
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Foto: KPK Buka Lelang Barang Rampasan dari Kasus Korupsi
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Buka-bukaan Pejabat Bea Cukai: Pakai Duit Kasus Suap, tapi Takut Ditangkap
• 13 jam laludetik.com
thumb
Pentagon Perluas Daftar Hitam Perusahaan Militer PKT, BYD dan Unitree Masuk Daftar
• 4 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.