Dirjen Otda Kemendagri Ungkap Beratnya Jadi Kepala Daerah: Serangan Politik hingga Tekanan Fiskal

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Cheka Virgowansyah mengaku bingung banyak orang yang ingin menjadi kepala daerah.

Padahal, kata dia, tantangan menjadi kepala daerah sangat berat setelah menjabat.

"Menjadi kepala daerah itu ada dua tantangan. Mau menjadi kepala daerah saja sudah berat, setelah jadi kepala daerah ternyata lebih berat lagi. Makanya saya juga bingung mengapa banyak orang mau menjadi kepala daerah," ujarnya dalam acara Disway Top Regional Leader Awards 2026 di Hotel JW Marriot, Jakarta Selatan pada Kamis, 11 Juni 2026.


BACA JUGA:IHSG Sesi I Mandek Lagi, Apa Penyebabnya?

Ia menjelaskan jika sebelum terpilih, seorang calon kepala daerah harus membangun popularitas, memperoleh dukungan partai politik, hingga menyiapkan biaya politik yang tidak sedikit.

Namun setelah terpilih, mereka harus memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk melayani masyarakat.

"Sekarang sudah ada beberapa kepala daerah yang lantas menyampaikan, 'Kenapa ya Pak, saya mau menjadi kepala daerah? Artinya, sudah boleh berpikir secara realistis, kenapa kemarin itu berkenan untuk menjadi kepala daerah. Tapi nasi sudah jadi bubur, dia harus sekarang sudah punya masyarakat yang harus dilayani, maka tanggung jawab itu berada di pundak Bapak Ibu semua," imbuhnya.

Cheka menuturkan tantangan kepala daerah saat menjabat juga tidak ringan.

BACA JUGA:Jusuf Hamka Singgung Mbak Tutut dalam Perkara CMNP dan MNC Asia, Pengamat: Konteksnya Harus Jelas

Mereka harus menghadapi berbagai tekanan politik, tuntutan dari kelompok masyarakat, hingga menjaga integritas dalam menjalankan pemerintahan.

"Susahnya menjadi kepala daerah: serangan politik di mana-mana, belum lagi ormas, belum lagi integritas," imbuhnya.

Ia menekankan tantanhan setelah jadi kepala daerah, lebih banyak. Ia merinci tantangannya itu berasal dari fiskal.

"Datang lagi fiskal daerah yang kemudian trennya makin hari ini turun. Maka muncullah beberapa tantangan bagi kepala daerah. Kalau seandainya uangnya semua ada, sebenarnya semuanya gampang, Pak. Tapi ketika tidak ada, di situlah pimpinan itu diuji. Di situlah kepala daerah yang sebenarnya akan muncul, yang terbaik akan muncul di saat kondisi efisiensi ini muncul," jelasnya.

BACA JUGA:Grab For Business Dorong Pelaku Bisnis Scale Smarter dan Execute Faster di Tengah Kompleksitas Bisnis 2026

Di sisi lain, kepala daerah juga masih dihadapkan pada pekerjaan rumah besar seperti penanganan kemiskinan dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang terus menjadi sorotan masyarakat.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terungkap! Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Pernah Bayar Rp170 Juta ke Hanania Group
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Antam (ANTM) Bagikan Dividen Rp5,04 Triliun, 70 Persen dari Laba
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Warga CBP Manggala Sulap Sampah Jadi Kompos dan Urban Farming
• 3 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Wakaf Sarana Air Bersih Hadirkan Harapan Baru Bagi Ribuan Warga Desa Oenai NTT
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hari Kelam Rusia: Ledakan Mobil Renggut Nyawa Kolonel Penting, Pipa Gas Utama Terbakar Hebat
• 9 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.